Tak Hanya di India, COVID-19 Juga Menggila di Brasil
Sabtu, 01 Mei 2021 - 06:20 WIB
loading...
A
A
A
Brasil mencatat 100 ribu kematian hanya dalam 37 hari, antara Maret dan April, yang merupakan bulan terburuk di negara itu. Hanya Amerika Serikat (AS) yang memiliki angka kematian lebih tinggi.
Sejak awal pandemi, Brasil memiliki lebih dari 14,5 juta kasus.
Tingginya angka kematian ini terjadi di tengah perjuangan negara itu dengan program vaksinasi. Beberapa kota terpaksa menghentikan sementara program vaksinasi mereka di tengah kekurangan dosis. Sekitar 13% dari populasi 212 juta telah menerima setidaknya satu dosis, menurut Our World in Data tracker.
Baca juga: 'Tsunami' COVID India: Renu Coba Selamatkan Suami dengan Napas Buatan
Kongres Brasil telah membuka penyelidikan tentang penanganan pandemi oleh pemerintah. Pada hari Selasa lalu, komisi Senat memulai penyelidikan resmi terhadap respons pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro terhadap COVID-19. Mereka memiliki kekuatan untuk meminta dokumen serta memanggil saksi untuk bersaksi, dan temuan dapat diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kemampuan untuk menuntut.
Presiden Jair Bolsonaro selama ini kerap menentang penguncian, masker dan membela obat-obatan yang tidak terbukti sebagai pengobatan. Ia pun menghadapi kritik yang luas dan dukungannya menurun drastis.
Komisi Senat akan menyelidiki sejumlah tindakan, termasuk pengadaan vaksin yang lambat oleh presiden, pernyataannya yang berulang-ulang meremehkan tingkat keparahan virus, dan promosi obat-obatan yang tidak terbukti secara ilmiah seperti hydroxychloroquine.
Sejak awal pandemi, Brasil memiliki lebih dari 14,5 juta kasus.
Tingginya angka kematian ini terjadi di tengah perjuangan negara itu dengan program vaksinasi. Beberapa kota terpaksa menghentikan sementara program vaksinasi mereka di tengah kekurangan dosis. Sekitar 13% dari populasi 212 juta telah menerima setidaknya satu dosis, menurut Our World in Data tracker.
Baca juga: 'Tsunami' COVID India: Renu Coba Selamatkan Suami dengan Napas Buatan
Kongres Brasil telah membuka penyelidikan tentang penanganan pandemi oleh pemerintah. Pada hari Selasa lalu, komisi Senat memulai penyelidikan resmi terhadap respons pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro terhadap COVID-19. Mereka memiliki kekuatan untuk meminta dokumen serta memanggil saksi untuk bersaksi, dan temuan dapat diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kemampuan untuk menuntut.
Presiden Jair Bolsonaro selama ini kerap menentang penguncian, masker dan membela obat-obatan yang tidak terbukti sebagai pengobatan. Ia pun menghadapi kritik yang luas dan dukungannya menurun drastis.
Komisi Senat akan menyelidiki sejumlah tindakan, termasuk pengadaan vaksin yang lambat oleh presiden, pernyataannya yang berulang-ulang meremehkan tingkat keparahan virus, dan promosi obat-obatan yang tidak terbukti secara ilmiah seperti hydroxychloroquine.
Lihat Juga :