Mesir Eksekusi Guru Ngaji Berusia 80 Tahun Atas Tuduhan Palsu
Sabtu, 01 Mei 2021 - 01:38 WIB
loading...
A
A
A
Hukuman terhadap Gabreel khususnya telah menimbulkan keprihatinan yang serius. Pria berusia 80 tahun itu tidak hanya menderita kondisi kesehatan yang serius yang membuatnya tidak mungkin untuk mengambil bagian dalam penyerangan yang mematikan, tetapi para saksi mata juga telah memberikan kesaksian yang menyatakan bahwa dia tidak termasuk di antara mereka yang awalnya hadir di dekat kantor polisi Kerdasa pada hari kejadian.
Selain itu, saksi penuntut membantah menandatangani pernyataan tertulis yang mengonfirmasi partisipasi guru ngaji itu dalam peristiwa tersebut.
"Namun demikian, pengadilan mengabaikan dokumen-dokumen ini dan memutuskan untuk mengeksekusinya," kata AOHR merinci latar belakang kasusnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (1/5/2021).
Pengacara Gabreel mengatakan kliennya tidak pernah melakukan tindakan kriminal sepanjang hidupnya dan ia menderita psoriasis serta tidak dapat berjalan jauh, yang membuatnya tidak mungkin untuk berpartisipasi dalam operasi kriminal apa pun.
Baca juga: Algojo 1.070 Orang Asal Mesir Meninggal Dunia karena Serangan Jantung
Selain itu, saksi penuntut membantah menandatangani pernyataan tertulis yang mengonfirmasi partisipasi guru ngaji itu dalam peristiwa tersebut.
"Namun demikian, pengadilan mengabaikan dokumen-dokumen ini dan memutuskan untuk mengeksekusinya," kata AOHR merinci latar belakang kasusnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (1/5/2021).
Pengacara Gabreel mengatakan kliennya tidak pernah melakukan tindakan kriminal sepanjang hidupnya dan ia menderita psoriasis serta tidak dapat berjalan jauh, yang membuatnya tidak mungkin untuk berpartisipasi dalam operasi kriminal apa pun.
Baca juga: Algojo 1.070 Orang Asal Mesir Meninggal Dunia karena Serangan Jantung
Lihat Juga :