Cerita Guanyun China, dari Kota Pertanian Menjadi 'Ibu Kota Lingerie'

Kamis, 29 April 2021 - 00:00 WIB
loading...
Cerita Guanyun China,...
Beberapa produk lingerie. Foto/REUTERS
A A A
GUANYUN - Orang Amerika menyukai lingerie atau pakaian dalam mereka yang agak cabul, orang Eropa lebih suka pakaian yang lebih berkelas, dan orang China tetap sedikit pemalu tetapi terbuka. Tetapi pesanan terbesar dari semuanya datang dari Korea Utara.

Begitu pula diskusi sudut jalan di Guanyun, daerah pesisir yang sepi yang selama beberapa generasi mengikuti ritme penanaman gandum dan padi, tetapi hari ini memusatkan perhatian pada preferensi global pada pakaian sensual.

Baca juga: Jokowi Perintahkan 'Sikat' KKB Papua, Ini Reaksi Marah Benny Wenda

Wilayah pertanian datar antara Beijing dan Shanghai itu sekarang dijuluki "Ibu Kota Lingerie". Julukan ini diberikan sendiri oleh China.

Kota itu sekarang menjadi tempat mesin jahit bersenandung di pabrik mikro tingkat desa untuk memenuhi hingga 70 persen dari permintaan domestik yang tumbuh pesat.

Jutaan lebih produknya diekspor setiap tahun. Ini menjadi contoh tentang kemampuan wirausahawan China yang mendukung internet untuk mendapat untung bahkan dari ide yang paling off-the-wall.

Pria yang secara luas dikreditkan dengan menyalakan "percikan api" dalam bisnis ini adalah Lei Congrui. Pria kurus berusia 30 tahun ini identik dengan kuncir kuda dan topi yang terlihat betah di atas skateboard. Itu semua terjadi hampir secara tidak sengaja.

Saat menjadi seorang remaja, Lei mulai menghasilkan uang tambahan dengan menjajakan berbagai barang konsumen di situs e-commerce China yang berkembang pesat 15 tahun lalu.

“Pelanggan terus bertanya apakah kami punya lingerie. Saya belum pernah mendengarnya sebelumnya, tetapi saya hanya mengatakan 'ya' dan kemudian mencari tahu apa itu," katanya, seperti dikutip AFP, Rabu (28/4/2021).

Lei "menemukan cara" dan sekarang mempekerjakan lebih dari 100 pekerja yang mendorong celana dalam serta bustier hitam dan merah berenda melalui mesin penjahit. Mereknya seperti "Midnight Charm" menghasilkan lebih dari USD1,5 juta pendapatan tahunan.

Keberhasilan penggerak awal seperti Lei menginspirasi revolusi industri.

Pemerintah Guanyun mengatakan sekarang ada lebih dari 500 pabrik yang mempekerjakan puluhan ribu orang dan menghasilkan lingerie senilai lebih dari USD300 juta setiap tahun.

"Sikap Mengejar"

Melonggarkan sikap seksual China memungkinkan semuanya itu terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved