Cerita Guanyun China, dari Kota Pertanian Menjadi 'Ibu Kota Lingerie'

Kamis, 29 April 2021 - 00:00 WIB
loading...
A A A
Lei mengekspor 90 persen dari produksinya, sebagian besar ke Amerika Serikat dan Eropa.

Volume yang signifikan juga masuk ke Amerika Selatan, di mana penjualan menunjukkan kostum bermain peran menguasai kamar tidur.

Pembeli Timur Tengah—lebih menyukai barang-barang yang lebih panjang dan lebih sederhana—juga sangat aktif, seperti juga orang Afrika, yang menyukai percikan warna. Asia Tenggara juga berkembang pesat.

Tapi pesanan tunggal terbesar Lei, senilai USD1 juta, berasal dari pembeli misterius Korea Utara pada tahun 2012. Pelanggan itu tiba-tiba mundur tanpa penjelasan dan barang dagangan itu dijual di tempat lain.

"Siap Bermain Lagi'

Lingerie telah mengubah Guanyun, dengan pabrik-pabrik yang tumbuh di sebelah ladang gandum, dan kekayaan yang baru ditemukan ditampilkan di rumah dan mobil baru.

Sebelumnya, banyak dari sekitar satu juta penduduk di kabupaten itu pergi untuk menjalani kehidupan yang sulit sebagai pekerja migran di pabrik-pabrik yang jauh. Menurut Li, sekarang pemandangan seperi itu tidak ada lagi.

“Bekerja jauh dari rumah, Anda akan rindu kampung halaman,” kata Ibu dua anak tersebut.

“Perusahaan ini mengizinkan kami pulang kerja. Tidak mudah di luar sana."

Guanyun saat ini sedang memberi makan "angsa emas"-nya.

Kota ini telah membuka lahan di zona industri bertema lingerie senilai USD500 juta seluas 690 hektare yang akan "mengintegrasikan R&D dan desain, aksesori kain, operasi e-commerce, pergudangan, dan logistik".

Lockdown karena pandemi COVID-19 tahun lalu mencapai output. Sejak itu bangkit kembali, tetapi, menurut Lei, permintaan tetap hangat di pasar luar negeri yang masih berjuang melawan virus corona sementara konsumen dalam negeri berkonsentrasi pengeluaran untuk kebutuhan dasar rumah tangga.

“Setelah masalah ini teratasi,” katanya sambil tersenyum, “mereka akan siap bermain lagi.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved