Demo Terjadi di Turki, Minta Usir Pasukan AS dari Pangkalan Incirlik

Rabu, 28 April 2021 - 00:30 WIB
loading...
Demo Terjadi di Turki,...
Para demonstran di Turki mendesak pemerintah mengusir pasukan AS dari Pangkalan Udara Incirlik. Foto/Sputniknews
A A A
ANKARA - Para demonstran pada Selasa (27/4/2021) berkumpul di luar Pangkalan Udara Incirlik di Turki , tempat pasukan Amerika Serikat (AS) ditempatkan. Mereka menuntut pihak berwenang menutup fasilitas militer itu dan mengusir pasukan Amerika.

Demo anti-AS itu sebagai respons atas keputusan Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu yang secara resmi mengakui pembantaian 1,5 juta orang Armenia oleh pasukan Kekaisaran Ottoman tahun 1915 sebagai genosida.

Baca juga: Geger Rekaman Zarif Ungkap Rebutan Kekuasaan Iran, IRGC Lebih Berkuasa

Protes di luar Pangkalan Udara Incirlik diorganisir oleh kelompok Persatuan Pemuda Turki (TGB), yang menyebut pengakuan Joe Biden atas genosida itu ilegal dan tidak sah secara hukum.

Mengutip Sputniknews, para demonstran membawa bendera nasional Turki dan spanduk bertuliskan; "Keluar dari NATO—musuh Ataturk", "Tutup Incirlik untuk AS dalam menanggapi kebohongan tentang genosida", dan "Tidak untuk NATO. Ini adalah tanah kami!"

Keputusan Biden yang resmi mengakui pembunuhan sekitar 1,5 juta orang Armenia di era Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia Pertama sebagai genosida telah dikecam keras oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai keputusan "tidak berdasar" dan "mengecewakan".

Dia menyatakan bahwa langkah itu akan memiliki dampak destruktif pada hubungan AS-Turki, tetapi dia tidak merinci dampaknya.

Ankara menggambarkan deportasi dan kematian orang-orang Armenia dalam periode bersejarah itu sebagai tanggapan Kekaisaran Ottoman terhadap pemberontakan Armenia dan menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah memerintahkan pembunuhan sistematis terhadap komunitas tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved