Geger Rekaman Zarif Ungkap Rebutan Kekuasaan Iran, IRGC Lebih Berkuasa

Selasa, 27 April 2021 - 11:32 WIB
loading...
A A A
Kementerian Luar Negeri Iran tidak membantah keaslian rekaman itu, tetapi mempertanyakan motif kebocorannya. Saeed Khatibzadeh, juru bicara kementerian, menyebutnya "politik tidak etis" dan mengatakan porsi audio yang dirilis tidak mewakili cakupan penuh komentar Zarif tentang rasa hormat dan cintanya pada Soleimani.

Baca juga: 'Tsunami' COVID India: "Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India"

Dalam bagian yang bocor, Zarif memuji sang jenderal dan mengatakan mereka bekerja sama secara produktif dalam awal invasi AS ke Afghanistan dan Irak. Dia juga mengatakan bahwa dengan membunuhnya di Irak, Amerika Serikat memberikan pukulan besar bagi Iran, lebih merusak daripada jika negara itu telah melenyapkan seluruh kota dalam sebuah serangan.

Namun dia mengatakan beberapa tindakan Soleimani juga merusak negara. Salah satu contohnya, tindakannya melawan kesepakatan nuklir yang dicapai Iran pada 2015 dengan negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat meski akhirnya Amerika mencabut diri di bawah pemerintahan Donald Trump.

Zarif mengatakan Rusia tidak ingin perjanjian itu berhasil dan "meletakkan semua bobotnya" di belakang menciptakan rintangan karena bukan kepentingan Moskow bagi Iran untuk menormalisasi hubungan dengan Barat. Untuk itu, kata Zarif, Soleimani melakukan perjalanan ke Rusia. "Untuk menghancurkan pencapaian kami," katanya, merujuk pada kesepakatan nuklir 2015.

Zarif mempermasalahkan Soleimani di bidang lain, mengkritiknya karena mengizinkan pesawat tempur Rusia terbang di atas Iran untuk membom Suriah dan karena memindahkan peralatan dan personel militer ke Suriah dengan maskapai penerbangan Iran Air milik negara tanpa sepengetahuan pemerintah dan mengerahkan pasukan darat Iran ke Suriah.

Pada Minggu malam, kritikus Zarif menyerukan pengunduran dirinya, dengan mengatakan bahwa dia telah mengancam keamanan nasional Iran dengan mengungkapkan kepada dunia politik batin negara tersebut.

Bahkan para pendukungnya menyatakan keprihatinan bahwa komentar tersebut dapat memengaruhi pemilihan presiden pada akhir Juni dan merugikan kandidat dari fraksi reformasi yang dikaitkan dengan Zarif dengan memperkuat sikap apatis pemilih dan gagasan bahwa pejabat terpilih tidak benar-benar berkuasa.

Dua Pembunuhan dan Dua Ledakan

Kebocoran rekaman tersebut menyusul serangkaian pelanggaran keamanan dalam lingkaran intelijen dan pemerintah Iran yang telah terlibat dalam dua pembunuhan dan dua ledakan di situs nuklir Natanz.

Seorang mantan wakil presiden, Mohammad Ali Abtahi, mengatakan bahwa publikasi audio Zarif sama dengan Israel yang mencuri dokumen nuklir dari Iran.

Beberapa analis mengatakan rekaman audio tersebut akan merusak otoritas diplomat Iran di jendela negosiasi yang sensitif.

"Ini mengikat tangan para negosiator," kata Sina Azodi, seorang fellow non-residen di Dewan Atlantik. "Ini mewakili Zarif sebagai seseorang yang tidak dapat dipercaya di dalam negeri, dan secara keseluruhan menggambarkan bahwa kebijakan luar negeri Iran ditentukan oleh kebijakan teater militer dan Zarif bukan siapa-siapa."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved