Iran: Sanksi Baru Bentuk Rasa Frustasi AS

Jum'at, 22 Mei 2020 - 01:53 WIB
loading...
Iran: Sanksi Baru Bentuk...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan, sanksi baru tersebut juga merupakan bentuk sikap frustasi AS terhadap Teheran. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran angkat bicara mengenai sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Sanksi, yang dikenakan terhadap Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, menurut Teheran adalah tanda inefisiensi total sanksi Washington sebelumnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan, sanksi baru tersebut juga merupakan bentuk sikap frustasi AS terhadap Teheran. Ini karena sanksi-sanksi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada Iran.

"Sanksi Washington yang sia-sia dan berulang-ulang terhadap para pejabat Iran adalah tanda kelemahan, keputusasaan, dan kebingungan pemerintah AS," kata Mousavi, seperti dilansir Reuters padaJumat (22/5/2020).

Sebelumnya, Kementerian Keuangan AS mengatakan Fazli memberi perintah kepada Pasukan Penegakan Hukum (LEF) Iran untuk menggunakan kekuatan mematikan dalam menanggapi protes anti-pemerintah pada bulan November, yang menelan banyak korban jiwa, termasuk setidaknya 23 anak di bawah umur.

Kementerian Keuangan AS juga membuat daftar hitam tujuh pejabat senior LEF, termasuk komandan Hossein Ashtari Fard, dan seorang komandan provinsi Garda Revolusi Iran Iran, untuk peran mereka dalam penindasan para pengunjuk rasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved