Keamanan Kedubes AS di Turki Diperketat Pasca Pengakuan Genosida Armenia

Selasa, 27 April 2021 - 01:49 WIB
loading...
Keamanan Kedubes AS...
Otoritas Turki dilaporkan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ankara. Foto/Ist
A A A
ANKARA - Otoritas Turki dilaporkan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ankara. Langkah ini diambil setelah Presiden AS, Joe Biden secara resmi mengakui pembantaian orang-orang Armenia oleh Kekaisaran Ottoman pada 1915 sebagai genosida.

Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Turki mengumumkan bahwa mereka akan tutup sementara sebagai "tindakan pencegahan" karena kemungkinan adanya aksi demonstrasi.

Satuan polisi yang diperkuat melakukan patroli di jalan-jalan di dekat misi diplomatik AS. Menurut salah satu petugas polisi, situasi sejauh ini aman. Baca juga: Komunitas Turki di AS Gelar Demonstrasi Tolak Pengakuan Genosida Armenia

"Seperti yang Anda lihat, di sini tenang. Kami belum menerima informasi apa pun tentang protes tersebut. Namun, untuk berjaga-jaga, tugas kami telah diperkuat," kata seorang petugas polisi yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (27/4/2021).

Sementara itu, sebelumnya pemerintahTurkimengatakan deklarasiBiden bahwa pembantaian orang-orangArmeniadi era Kekaisaran Ottoman merupakan genosida "sangat keterlaluan". Ankara mengancam akan membalasnya dalam beberapa bulan mendatang.

"Akan ada reaksi dalam berbagai bentuk, jenis dan derajat dalam beberapa hari dan bulan mendatang," kata juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin. Baca juga: Turki Ancam Balas AS yang Akui Genosida Armenia oleh Ottoman

Kalin tidak merinci apakah salah satu pembalasan itu adalah Ankara akan membatasi akses AS ke pangkalan udara Incirlik di Turki selatan. Pangkalan itu telah digunakan untuk mendukung koalisi internasional dalam memerangi ISIS di Suriah dan Irak.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved