Biden Akan Jadi Presiden AS Pertama yang Akui Genosida Armenia

Sabtu, 24 April 2021 - 16:42 WIB
loading...
Biden Akan Jadi Presiden...
Presiden AS Joe Biden dilaporkan akan mengakui genosida Armenia yang dilakukan Turki Ottoman. Foto/CNN
A A A
WASHINGTON - Sebuah sumber mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengakui genosida terhadap Armenia pada akhir pekan ini, sebuah langkah yang pasti akan memicu tanggapan cepat dari sekutu Amerika di NATO, Turki .

Sementara Biden berjanji untuk menggunakan kata "genosida" saat dia berada di jalur kampanye tahun lalu, tidakdiketahuiapakah dia, seperti para pendahulunya, akan menepati janjinya.

Tetapi karena hak asasi manusia terus menjadi titik fokus dari kebijakan dalam dan luar negeri pemerintahannya, Biden telah memutuskan waktu yang tepat untuk mengakui bahwa pembunuhan lebih dari 1,5 juta orang Armenia oleh Kekaisaran Ottoman sebenarnya adalah genosida.

Armenia mengatakan genosida itu terjadi mulai tahun 1915. Sementara itu, Turki mengakui bahwa orang Armenia terbunuh tetapi menyangkal bahwa itu adalah genosida.

“Sebagai calon presiden, Presiden Biden memperingati 1,5 juta pria, wanita, dan anak-anak Armenia yang kehilangan nyawa di tahun-tahun terakhir Kekaisaran Ottoman. Dia kemudian mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan atau tetap diam tentang kampanye mengerikan ini,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada Al Arabiya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved