Insiden KRI Nanggala-402 dan Tragedi Kapal Selam Kursk yang Lebih Mengerikan

Sabtu, 24 April 2021 - 13:06 WIB
loading...
Insiden KRI Nanggala-402...
Kapal selam bertenaga nuklir Kursk Angkatan Laut Rusia. Foto/TASS
A A A
JAKARTA - Kapal selam KRI Nanggala-402 Angkatan Laut Indonesia bersama 53 awaknya belum ditemukan sejak hilang kontak di perairan Bali, Rabu lalu. Insiden ini mengingatkan tragedi kapal selam Kursk Rusia yang jauh lebih mengerikan.

Kursk adalah kapal selam kelas Oscar, dengan panjang lebih dari 500 kaki dan dipersenjatai dengan rudal jelajah yang dirancang untuk melumpuhkan kelompok kapal induk.

Baca juga: Eks Perwira US Navy Ungkap Penyebab Kapal Selam Nanggala-402 Sulit Ditemukan

Saking tragisnya, tragedi Kursk bahkan diabadikan dalam buku berjudul "A Time to Die: The Untold Story of the Kursk Tragedy".

Kisahnya dimulai saat latihan Angkatan Laut Rusia di Laut Barents yang dingin pada 12 Agustus 2000. Dua ledakan merobek kapal selam Kursk, dan kapal selam raksasa itu dengan cepat tenggelam ke dasar laut lebih dari 350 kaki.

Jurnalis Inggris Robert Moore, yang memenangkan penghargaan karena liputannya soal runtuhnya bekas Uni Soviet untuk jaringan televisi ITN, memberi tahu Robert Siegel dari NPR bahwa tragedi Kursk adalah kecelakaan yang menunggu untuk terjadi.

Dalam buku barunya, "A Time to Die: The Untold Story of the Kursk Tragedy", Moore merinci keputusan buruk dan kecerobohan politik yang menyebabkan kematian 118 pelaut Rusia.

Kursk bukan sembarang kapal selam Rusia. Cepat serta berteknologi siluman dan rumit,, Kursk adalah kebanggaan Angkatan Laut pasca-Soviet yang kekurangan uang.

Angkatan laut Rusia yang berkarat saat ini adalah bayang-bayang kejayaannya ketika Uni Soviet adalah negara adidaya sejati. Misalnya, orang-orang yang bertugas di Kursk kadang-kadang pergi berbulan-bulan tanpa mendapatkan gaji.

Ledakan yang menghancurkan Kursk kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan hidrogen peroksida sebagai propelan torpedo—bahan kimia yang sangat mudah menguap sehingga Angkatan Laut Kerajaan Inggris melarang penggunaannya beberapa dekade sebelumnya.

Ledakan di ruang torpedo depan menewaskan hampir semua awak seketika, tetapi 23 pelaut menemukan perlindungan di kompartemen terakhir. Namun, baterai kapal selam mini Rusia yang dikirim untuk menyelamatkan mereka tidak cukup lama untuk operasi penyelamatan berkelanjutan.

Baca juga: Tragedi Kapal Selam Nanggala-402: Oksigen Habis, Berharap Ada Keajaiban

Dengan waktu yang hampir habis, para pemimpin militer Rusia merahasiakan insiden tersebut, dan hanya menerima bantuan asing beberapa hari kemudian.

Moore yakin peluang menyelamatkan para pelaut yang terperangkap diminimalkan oleh Rusia yang menunggu begitu lama untuk menerima bantuan.

"Ini benar-benar kasus kelumpuhan politik," kata Moore pada Siegel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal Selam Nuklir China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved