Memanas, Rusia Langsung Usir 10 Diplomat AS Setelah Putin Pidato

Kamis, 22 April 2021 - 00:22 WIB
loading...
Memanas, Rusia Langsung...
Rusia usir 10 diplomat AS beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin menebar ancaman untuk Barat dalam pidato tahunannya. Foto/France24
A A A
MOSKOW - Hubungan antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) semakin memanas setelah Moskow mengusir 10 diplomat Amerika hanya beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin berpidato. Ini adalah langkah balasan atas tindakan serupa yang dilakukan AS pekan lalu.

Wakil Kepala Misi Diplomatik di Kedutaan Besar AS, Bart Gorman, telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu untuk diberika catatan yang menyatakan 10 pegawai Kedutaan Besar AS di Moskow berstatus persona non grata.

"Mereka diperintahkan untuk meninggalkan negara kami pada akhir 21 Mei," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan ini merupakan cerminan dari respons atas tindakan permusuhan AS terhadap sejumlah karyawan Kedutaan Besar Rusia di Washington dan Konsulat Jenderal Rusia di New York, yang tanpa dasar dinyatakan sebagai persona non grata," sambung pernyataan itu.

"Langkah-langkah lebih lanjut akan menyusul dalam waktu dekat sebagai bagian dari serangkaian tindakan pembalasan, yang diumumkan dalam pernyataan 16 April oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, sebagai tanggapan atas gelombang terbaru sanksi anti-Rusia ilegal di Amerika Serikat," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sebelumnya, selama pidato tahunan, Putin memperingatkan Barat untuk tidak melewati "garis merah" Rusia. Ia mengatakan Moskow akan menanggapinya dengan cepat dan keras setiap provokasi dan mereka yang bertanggung jawab akan menyesalinya.

"Kami menginginkan hubungan baik dan benar-benar tidak ingin merusak jembatan," kata Putin kepada kedua majelis parlemen.

"Tetapi jika seseorang salah mengartikan niat baik kami sebagai ketidakpedulian atau kelemahan dan berniat untuk membakar atau bahkan meledakkan jembatan ini, mereka harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan asimetris, cepat dan kasar," tegasnya.

Rusia akan menentukan di mana garis merahnya berada di setiap kasus tertentu, katanya, membandingkan negara itu dengan harimau yang dikelilingi oleh hyena.

Baca juga: Putin Peringatkan Barat Tidak Lewati 'Garis Merah' Rusia

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Moskow akan merespons dengan baik pengusiran sepuluh diplomat Rusia dari Amerika Serikat .

Pada 15 April lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Secara khusus, Washington melarang perusahaan Amerika berpartisipasi di pasar utama untuk obligasi dalam mata uang rubel atau non-rubel yang diterbitkan oleh Bank Sentral Rusia, Kementerian Keuangan, dan Dana Kekayaan Nasional Rusia setelah 14 Juni 2021. AS juga mengusir sepuluh diplomat Rusia, yang diklaim sebagai perwakilan dari badan intelijen Rusia.

Sanksi itu dijatuhkan setelah pemerintah AS menilai Rusia telah ikut campur dalam pemilu presiden pada November lalu dan terlibat aksi serangan siber Solarwinds.

Baca juga: AS Resmi Jatuhkan Sanksi Baru dan Usir Diplomat Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved