Balas Dendam, Rusia Akan Usir 10 Diplomat AS

Sabtu, 17 April 2021 - 00:23 WIB
loading...
Balas Dendam, Rusia...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Foto/Asharq Al Awsat
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia , Sergei Lavrov mengatakan, sepuluh diplomat Amerika Serikat (AS) harus meninggalkan negara itu sebagai respons atas pengusiran diplomat Moskoe oleh Washington. Ia menambahkan Moskow sedang mencari opsi sanksi lain jika langkah-langkah tidak ramah terus berlanjut.

Lavrov mengumumkan hal itu pada konferensi pers, menambahkan bahwa Moskow akan melarang dana AS dan LSM mencampuri urusan dalam negeri Rusia. Lavrov juga mengatakan, dengan AS yang saat ini mempekerjakan 450 staf diplomatik di Rusia, dan Rusia yang mempekerjakan 350 di AS, Amerika akan diminta untuk memasukkan jumlah karyawan di Rusia sesuai dengan jumlah orang Rusia di Amerika Serikat.

Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia memiliki kesempatan untuk melakukan "tindakan yang menyakitkan" pada bisnis AS, tetapi tidak akan mengambil tindakan untuk saat ini seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/4/2021).

Sehari sebelum pengumuman Lavrov, Presiden AS Joe Biden menandatangani dekrit yang memberi sanksi kepada lebih dari 30 individu dan organisasi Rusia karena diduga mencampuri pemilihan presiden 2020 dan atas dugaan keterlibatan dalam kasus spionase dunia maya SolarWinds tahun lalu. Rusia dengan keras membantah kedua tuduhan tersebut.

Biden juga memerintahkan 10 diplomat Rusia untuk meninggalkan AS, dan melarang perusahaan Amerika untuk langsung membeli saham dalam hutang nasional Rusia.

Baca juga: AS Resmi Jatuhkan Sanksi Baru dan Usir Diplomat Rusia

Sebelumnya juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia akan merespons tindakan AS. Namun ia menepis dampak sanksi terhadap ekonomi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved