Kesehatan Memburuk, Dokter Sebut Navalny Bisa Meninggal Dalam Hitungan Hari

Minggu, 18 April 2021 - 16:33 WIB
loading...
Kesehatan Memburuk,...
Kritikus utama Kremlin, Alexei Navalny, berisiko terkena serangan jantung kapan saja karena kesehatannya memburuk dengan cepat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kritikus utama Kremlin, Alexei Navalny , berisiko terkena serangan jantung "kapan saja" karena kesehatannya memburuk dengan cepat. Hal itu disampaikan tim dokter pribadi Navalny.

Dokter pribadi Navalny, Anastasia Vasilyeva dan tiga dokter lainnya, termasuk ahli jantung Yaroslav Ashikhmin telah meminta petugas penjara untuk segera memberi mereka akses.

“Pasien kami bisa meninggal kapan saja,” kata Ashikhmin, menunjuk ke tingkat potasium yang tinggi dan mengatakan Navalny harus dipindahkan ke perawatan intensif. Baca juga: Mogok Makan, Navalny Mengaku Diancam Akan Dicekoki Oleh Sipir

"Aritmia yang fatal bisa berkembang setiap saat," sambungnya dalam sebuah pernyataan di laman Facebooknya, seperti dilansir Arab News pada Minggu (18/4/2021).

Memiliki kadar kalium darah lebih tinggi dari 6,0 mmol (milimol) per liter biasanya memerlukan perawatan segera. Sedangkan menurutb Vasilyeva, kadar kaliam darh Navalny berada di 7.1.

"Ini berarti gangguan fungsi ginjal dan masalah irama jantung yang serius dapat terjadi kapan saja," ujarnya. Baca juga: Manfaat Kesehatan Belimbing Wuluh, Kontrol Gula Darah Hingga Jaga Kesehatan Jantung

Para dokter mengatakan, dia harus segera diperiksa dengan mempertimbangkan tes darah dan insiden keracunannya baru-baru ini.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kondisi Kesehatan Haji...
Kondisi Kesehatan Haji Bolot Sudah Membaik, Ingin Segera Pulang dan Beraktivitas
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Ukraina Bisa Miliki...
Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Beberapa Bulan ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved