Diincar 4 Kapal Perang AS, 5 Tanker Iran Dikawal Militer Venezuela

Kamis, 21 Mei 2020 - 09:42 WIB
loading...
Diincar 4 Kapal Perang...
Sejumlah kapal dan helikopter militer Venezuela saat latihan tempur di dekat Punto Fijo, Venezuela, 24 Juli 2019. Foto/Miraflores Palace/REUTERS
A A A
CARACAS - Militer Caracas mengirim sejumlah kapal dan pesawat terbang untuk mengawal lima kapal tanker Iran pembawa 1,5 juta barel bahan bakar ke Venezuela . Caracas memberikan perlindungan setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkanempat kapal perang untuk menghentikan pasokan produk minyak tersebut.

"Ketika mereka memasuki zona ekonomi eksklusif kami, mereka akan dikawal oleh kapal dan pesawat Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian untuk menyambut mereka dan berterima kasih kepada rakyat Iran atas solidaritas dan kerja sama mereka," kata Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López pada Rabu, merujuk pada lima kapal tanker berbendera Iran.

Lima kapal tanker bahan bakar Teheran diperkirakan tiba di Venezuela pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Pasokan itu sangat dibutuhkan Caracas setelah industri minyaknya lumpuh akibat krisis ekonomi dan politik dan diperparah dengan sanksi sepihak yang dijatuhkan Washington.

Pengumuman Lopez muncul setelah Washington mengisyaratkan akan mengganggu jalannya lima kapal tanker Iran, di mana seorang pejabat Amerika mengatakan kepada Reuters pada pekan lalu bahwa AS telah melihat langkah-langkah yang dapat diambil. Washington sangat tidak menghendaki pengiriman bahan bakar Teheran ke negara yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro tersebut.

AS dilaporkan telah mengerahkan empat kapal perang ke perairan Karibia untuk mengganggu kapal-kapal tanker bahan bakar Teheran. (Baca: 4 Kapal Perang AS Berpotensi Konfrontasi dengan Tanker Iran di Karibia )

Ancaman Washington telah memicu kemarahan di Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menuduh AS membuat ancaman pembajakan. Dia menegaskan bahwa Teheran akan memberikan respons tegas jika Washington menghalangi pelayaran bebas dan legal dari lima kapal tanker tersebut.

Duta Besar Iran untuk Brussels, Gholam-Hossein Dehghani, berharap tidak ada insiden yang akan terjadi selama pelayaran lima kapal tanker bahan bakar Teheran. Dia memperingatkan bahwa Teheran akan betindak tegas terhadap Washington jika insiden tak diinginkan terjadi.

"Sama sekali di luar dugaan bahwa konflik akan dimulai oleh Iran di sana, oleh kapal tanker minyak," kata Dehghani dalam sebuah wawancara dengan Euronews yang dilansir Kamis (21/5/2020).

Baik Caracas dan Teheran telah menjadi sasaran sanksi AS dengan bertujuan memukul sektor penjualan minyak kedua negara tersebut. Pendapatan minyak mencapai sekitar 98 persen dari total pendapatan ekspor ke Venezuela.

Caracas sendiri sejatinya memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, negara ini menyatakan "darurat energi" pada bulan Februari untuk melindungi industri minyaknya dari apa yang mereka sebut sebagai "agresi imperialis" dalam bentuk sanksi AS.

Amerika mengakui tokoh oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela tahun lalu setelah krisis politik pecah. Namun, pemerintah Presiden Nicolas Maduro masih terlalu kuat untuk digulingkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved