Wuhan Melarang Memakan Hewan Liar setelah Covid-19 Jadi Petaka Dunia
Kamis, 21 Mei 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat kota setempat mengatakan pemerintah lokal akan mengambil bagian dalam skema nasional yang lebih luas untuk membeli hewan liar dari para peternak, dengan kontrol baru yang menyebutkan bahwa tidak ada hewan eksotis yang dapat dipelihara sebagai makanan manusia.
Para ahli di China mengatakan pada bulan Januari bahwa virus corona baru, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 kemungkinan menular ke manusia dari hewan liar yang dijual sebagai makanan di pasar basah di kota berpenduduk 11 juta tersebut.
Pasar Grosir Makanan Laut Huanan ditutup pada 1 Januari setelah penyebaran virus corona baru secara lokal, dan sebagian besar dianggap sebagai sumber wabah global.
Pasar itu menawarkan penjualan hewan hidup seperti rubah, buaya, anak anjing serigala, ular, tikus, burung merak, landak, koala, dan aneka daging buruan.
Berbagai organisasi, pemimpin dan pakar di seluruh dunia, termasuk Perdana Menteri Australia Scott Morrison, mengecam langkah untuk menjaga pasar hewan hidup tetap terbuka.
"Hewan yang diperlakukan dengan buruk stres, dan hewan yang stres lebih cenderung menjadi tempat penyakit baru karena sistem kekebalannya terganggu," kata Profesor Clive Phillips dari University of Queensland Centre for Animal Welfare and Ethics dalam sebuah tulisan untuk The Conversation yang dilansir news.com.au. (Baca juga: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19 )
Para ahli di China mengatakan pada bulan Januari bahwa virus corona baru, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 kemungkinan menular ke manusia dari hewan liar yang dijual sebagai makanan di pasar basah di kota berpenduduk 11 juta tersebut.
Pasar Grosir Makanan Laut Huanan ditutup pada 1 Januari setelah penyebaran virus corona baru secara lokal, dan sebagian besar dianggap sebagai sumber wabah global.
Pasar itu menawarkan penjualan hewan hidup seperti rubah, buaya, anak anjing serigala, ular, tikus, burung merak, landak, koala, dan aneka daging buruan.
Berbagai organisasi, pemimpin dan pakar di seluruh dunia, termasuk Perdana Menteri Australia Scott Morrison, mengecam langkah untuk menjaga pasar hewan hidup tetap terbuka.
"Hewan yang diperlakukan dengan buruk stres, dan hewan yang stres lebih cenderung menjadi tempat penyakit baru karena sistem kekebalannya terganggu," kata Profesor Clive Phillips dari University of Queensland Centre for Animal Welfare and Ethics dalam sebuah tulisan untuk The Conversation yang dilansir news.com.au. (Baca juga: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19 )
Lihat Juga :