Analis Duga 25 Pesawat Militer China Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk AS

Rabu, 14 April 2021 - 15:55 WIB
loading...
A A A
Chieh Chung, seorang peneliti di Association of Strategic Foresight di Taipei, mengatakan PLA telah menempatkan penekanan lebih lanjut pada "pelatihan tempur yang sebenarnya" dan melihat Selat Bashi sebagai lokasi strategis penting yang memberikan akses ke Pasifik Barat, di mana ia kemudian dapat melancarkan serangan ke daratan AS.

Chieh mengatakankepada CNA, media yang didanai pemerintah Taiwan, bahwa wajar jika operasi militer China meningkat frekuensinya di lepas barat daya Taiwan.

Data pelacakan kapal publik menempatkan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Theodore Roosevelt di utara pulau Luzon Filipina pada hari Senin. Chieh berteori bahwa Angkatan Udara PLA kemungkinan mengambil kesempatan untuk menjadikan kapal induk AS itu sebagai objek simulasi serangan.

Data pelacakan juga menunjukkan Kelompok Siap Amfibi Makin Island lebih jauh di Laut Cina Selatan, tempat aset Angkatan Laut AS telah melakukan latihan bersama selama akhir pekan.

Analisis itu juga dibagikan oleh Su Tzu-yun, seorang senior fellow di Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional yang didukung Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan. Su, yang menunjuk ke masing-masing muatan rudal anti-kapal seberat 15 ton J-16, mengatakan; "Operasi PLA ditujukan pada kelompok tempur kapal induk AS".

Financial Times melaporkan serangan simulasi serupa pada bulan Januari, ketika militer China mengirim total 28 pesawat tempur ke Taiwan pada akhir pekan pelantikan Presiden Joe Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved