WHO Tegaskan Tolak Penerapan Paspor Vaksin Covid-19
Rabu, 07 April 2021 - 17:50 WIB
loading...
WHO tidak mendukung persyaratan paspor vaksinasi untuk perjalanan, karena tidak pastinya apakah vaksinasi bisa mencegah penularan virus, serta masalah ekuitas. Foto/REUTERS
A
A
A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mendukung persyaratan paspor vaksinasi untuk perjalanan. Ini karena tidak pastinya apakah vaksinasi bisa mencegah penularan virus, serta masalah ekuitas.
"WHO menyatakan pada tahap ini kami tidak ingin melihat paspor vaksinasi sebagai persyaratan untuk masuk atau keluar, karena kami tidak yakin pada tahap ini bahwa vaksin tersebut dapat mencegah penularan," kata juru bicara WHO, Margaret Harris.
"Ada semua pertanyaan lain, selain pertanyaan tentang diskriminasi terhadap orang-orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena satu dan lain alasan," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (7/4/2021).
Di kesempatan yang sama, Harris juga menyinggung mengenai program pengiriman vaksin multilateral, yang mengalami hambatan. Baca juga: Prof Haedar Tanggapi Anggapan Shaf Berjarak Sebagai Mazhab WHO
Dia menuturkan, WHO sekarang mengharapkan untuk meninjau vaksin Covid-19 buatan China, yakni Sinopharm dan Sinovac untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat sekitar akhir April.
"WHO menyatakan pada tahap ini kami tidak ingin melihat paspor vaksinasi sebagai persyaratan untuk masuk atau keluar, karena kami tidak yakin pada tahap ini bahwa vaksin tersebut dapat mencegah penularan," kata juru bicara WHO, Margaret Harris.
"Ada semua pertanyaan lain, selain pertanyaan tentang diskriminasi terhadap orang-orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena satu dan lain alasan," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (7/4/2021).
Di kesempatan yang sama, Harris juga menyinggung mengenai program pengiriman vaksin multilateral, yang mengalami hambatan. Baca juga: Prof Haedar Tanggapi Anggapan Shaf Berjarak Sebagai Mazhab WHO
Dia menuturkan, WHO sekarang mengharapkan untuk meninjau vaksin Covid-19 buatan China, yakni Sinopharm dan Sinovac untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat sekitar akhir April.
Lihat Juga :