Warga Pakistan Berebut Beli Vaksin Rusia saat Penjualan Pribadi Dibuka
Selasa, 06 April 2021 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Terlepas dari biayanya, sejumlah pusat vaksinasi yang menawarkan imunisasi melaporkan antrian panjang. Beberapa lokasi di Karachi, sejumlah orang menunggu dalam antrean selama hampir tiga jam.
Sebagian besar yang terlihat dalam antrean adalah para pemuda Pakistan yang masih belum memenuhi syarat untuk vaksinasi gratis pemerintah.
"Saya sangat senang mendapatkannya, karena sekarang ini diperlukan untuk bepergian," ujar Saad Ahmed, 34, kepada Reuters setelah dia mendapat suntikan di rumah sakit swasta kelas atas di Karachi.
Meski penjualan pribadi vaksin telah dimulai, pemerintah dan importir masih terjebak dalam perselisihan harga.
Pakistan awalnya setuju membebaskan vaksin impor dari batasan harga, tetapi kemudian membatalkan pengecualian tersebut dan mengatakan akan menetapkan harga maksimal.
Satu perusahaan farmasi, yang telah mengimpor 50.000 dosis Sputnik V, membawa pemerintah ke pengadilan.
Perusahaan itu memenangkan perintah sementara pengadilan yang mengizinkannya menjual vaksin sampai penetapan harga diputuskan.
“Begitu vaksinasi dibuka untuk para pembeli yang datang langsung, ada antrean panjang sejumlah orang,” papar Dr Nashwa Ahmed yang menjalankan vaksinasi di Rumah Sakit Kota Selatan Karachi, pada Reuters.
Sebagian besar yang terlihat dalam antrean adalah para pemuda Pakistan yang masih belum memenuhi syarat untuk vaksinasi gratis pemerintah.
"Saya sangat senang mendapatkannya, karena sekarang ini diperlukan untuk bepergian," ujar Saad Ahmed, 34, kepada Reuters setelah dia mendapat suntikan di rumah sakit swasta kelas atas di Karachi.
Meski penjualan pribadi vaksin telah dimulai, pemerintah dan importir masih terjebak dalam perselisihan harga.
Pakistan awalnya setuju membebaskan vaksin impor dari batasan harga, tetapi kemudian membatalkan pengecualian tersebut dan mengatakan akan menetapkan harga maksimal.
Satu perusahaan farmasi, yang telah mengimpor 50.000 dosis Sputnik V, membawa pemerintah ke pengadilan.
Perusahaan itu memenangkan perintah sementara pengadilan yang mengizinkannya menjual vaksin sampai penetapan harga diputuskan.
“Begitu vaksinasi dibuka untuk para pembeli yang datang langsung, ada antrean panjang sejumlah orang,” papar Dr Nashwa Ahmed yang menjalankan vaksinasi di Rumah Sakit Kota Selatan Karachi, pada Reuters.
Lihat Juga :