Sebut Rekan Penting, AS Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Minggu, 04 April 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Saudara tiri Raja Abdullah II, Pangeran Hamza bin Hussein, sempat dikabarkan sebagai salah satu orang yang ditangkap. Namun, panglima militer Yordania, Yusef Huneity membantah hal itu.
Tapi, Huneity menyebut, pihaknya telah memperingatkan Hamza untuk segera menghentikan menghentikan aktivitas yang menargetkan keamanan dan stabilitas Yordania. Baca juga: Diduga Hendak Lakukan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan
Hamza sendiri dalam sebuah rekaman video, menuturkan bahwa dia sedang dalam tahanan rumah dan telah diberitahu untuk tinggal di rumah, dan tidak diperkenankan menghubungi siapa pun.
Sementara itu, seorang mantan pejabat AS yang mengetahui kejadian-kejadian di Yordania mengatakan bahwa plot tersebut, yang dia gambarkan sebagai hal yang kredibel dan berbasis luas, tidak melibatkan "kudeta fisik".
Sebaliknya, katanya, mereka yang terlibat berencana untuk mendorong protes yang akan tampak sebagai "pemberontakan populer dengan massa di jalan" dengan dukungan kelompok suku di Yordania. Baca juga: Washington Desak Teheran Bebaskan Seluruh Warga AS yang Ditahan
Tapi, Huneity menyebut, pihaknya telah memperingatkan Hamza untuk segera menghentikan menghentikan aktivitas yang menargetkan keamanan dan stabilitas Yordania. Baca juga: Diduga Hendak Lakukan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan
Hamza sendiri dalam sebuah rekaman video, menuturkan bahwa dia sedang dalam tahanan rumah dan telah diberitahu untuk tinggal di rumah, dan tidak diperkenankan menghubungi siapa pun.
Sementara itu, seorang mantan pejabat AS yang mengetahui kejadian-kejadian di Yordania mengatakan bahwa plot tersebut, yang dia gambarkan sebagai hal yang kredibel dan berbasis luas, tidak melibatkan "kudeta fisik".
Sebaliknya, katanya, mereka yang terlibat berencana untuk mendorong protes yang akan tampak sebagai "pemberontakan populer dengan massa di jalan" dengan dukungan kelompok suku di Yordania. Baca juga: Washington Desak Teheran Bebaskan Seluruh Warga AS yang Ditahan
(esn)
Lihat Juga :