Dinyatakan Meninggal, Remaja Ini Hidup Lagi saat Organnya Hendak Disumbangkan
Rabu, 31 Maret 2021 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Penggalangan dana telah disiapkan untuk remaja tersebut, di mana £2.900 telah disumbangkan.
"Pada 13 Maret, Lewis menderita cedera kepala yang parah ketika dia ditabrak oleh sebuah van di kampung halamannya di Leek dan diterbangkan ke rumah sakit di mana dia menjalani operasi darurat," kata penyelanggara penggalangan dana, Chloe Roberts, seperti dikutip The Sun, Rabu (31/3/2021).
“Empat hari kemudian, para dokter menyampaikan berita kepada keluarga kami bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan karena sayangnya dia menderita 'kematian batang otak' dan dengan sedih meninggal dunia," ujarnya.
“Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Lewis, keluarga dekat dengan berani menyetujui agar organnya disumbangkan untuk membantu kehidupan tujuh orang lainnya," ujarnya.
“Ini memberi Lewis waktu ekstra sebelum mesin pendukung hidupnya dimatikan. Hanya beberapa jam sebelum operasi Lewis, dia mulai bernapas lagi sendiri."
“Keajaiban yang bisa diharapkan oleh keluarga mana pun setelah diberi tahu bahwa dia tidak memiliki peluang untuk lolos," imbuh dia.
“Setelah ini Lewis terus maju. Dia mulai bereaksi terhadap tes rasa sakit, menggerakkan anggota tubuhnya sendiri, dan juga menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi, berkedip dan juga menggerakkan mulutnya," paparnya.
"Pada 13 Maret, Lewis menderita cedera kepala yang parah ketika dia ditabrak oleh sebuah van di kampung halamannya di Leek dan diterbangkan ke rumah sakit di mana dia menjalani operasi darurat," kata penyelanggara penggalangan dana, Chloe Roberts, seperti dikutip The Sun, Rabu (31/3/2021).
“Empat hari kemudian, para dokter menyampaikan berita kepada keluarga kami bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan karena sayangnya dia menderita 'kematian batang otak' dan dengan sedih meninggal dunia," ujarnya.
“Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Lewis, keluarga dekat dengan berani menyetujui agar organnya disumbangkan untuk membantu kehidupan tujuh orang lainnya," ujarnya.
“Ini memberi Lewis waktu ekstra sebelum mesin pendukung hidupnya dimatikan. Hanya beberapa jam sebelum operasi Lewis, dia mulai bernapas lagi sendiri."
“Keajaiban yang bisa diharapkan oleh keluarga mana pun setelah diberi tahu bahwa dia tidak memiliki peluang untuk lolos," imbuh dia.
“Setelah ini Lewis terus maju. Dia mulai bereaksi terhadap tes rasa sakit, menggerakkan anggota tubuhnya sendiri, dan juga menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi, berkedip dan juga menggerakkan mulutnya," paparnya.
Lihat Juga :