AS Kembali Sebut China Lakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur

Rabu, 31 Maret 2021 - 11:59 WIB
loading...
AS Kembali Sebut China...
AS kembali menyebut China melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - China sedang melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap minoritas Muslim Uighur di provinsi barat Xinjiang . Demikian bunyi laporan tahunan Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) tentang hak asasi manusia secara global.

Dirilis pada Selasa waktu setempat, laporan tersebut menemukan bahwa genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi sepanjang tahun terhadap sebagian besar Muslim Uighur dan kelompok etnis serta agama minoritas lainnya di Xinjiang.

Dikatakan kejahatan yang dituduhkan termasuk pemenjaraan sewenang-wenang terhadap lebih dari satu juta warga sipil, sterilisasi paksa, pemerkosaan, penyiksaan, kerja paksa dan "pembatasan kejam" pada kebebasan beragama, kebebasan berekspresi dan kebebasan bergerak.

Laporan tersebut, yang diwajibkan setiap tahun oleh Kongres Amerika Serikat, memberikan penilaian Departemen Luar Negeri AS tentang praktik hak asasi manusia di lebih dari 180 negara.

Pada konferensi pers di Washington, DC, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan temuan untuk tahun 2020 menunjukkan bahwa di setiap wilayah di dunia, hak asasi manusia "terus bergerak ke arah yang salah".

Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China

"Kami akan menggunakan semua alat diplomasi kami untuk membela hak asasi manusia dan meminta pertanggungjawaban pelaku pelecehan," kata diplomat tertinggi AS itu, menunjuk pada perjalanan dan sanksi keuangan di bawah Undang-Undang Magnitsky Global AS, di antara mekanisme lainnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (31/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved