Sosok Penembak Massal Colorado: Ahmad Alissa asal Suriah, Pernah Diledek sebagai Teroris
Kamis, 25 Maret 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Kedua serangan itu telah menghidupkan kembali debat nasional tentang hak memiliki senjata dan mendorong Presiden AS Joe Biden untuk menyerukan rancangan undang-undang baru dari Kongres. RUU itu dimaksudkan untuk memberlakukan pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat dan melarang senapan semi-otomatis tertentu telah terhenti di tengah penetangan dari kubu Partai Republik.
Polisi belum secara terbuka mengidentifikasi motif penembakan massal di Boulder. Kakak laki-laki Alissa yang berusia 34 tahun menggambarkan adiknya sebagai antisosial dan paranoid dalam sebuah wawancara dengan Daily Beast.
Sedangkan kakak ipar tersangka mengatakan kepada polisi pada Senin malam bahwa tersangka telah bermain senjata api yang dia gambarkan menyerupai senapan mesin dua hari sebelumnya. Ulah tersangka itu telah membuat anggota keluarga kesal.
Alissa tiba di supermarket King Soopers dengan membawa senjata api dan mengenakan rompi taktis. Enam hari sebelumnya, Alissa membeli Ruger AR-556, senjata yang menyerupai senapan semi-otomatis.
Baca juga: Blunder, Jet Tempur Siluman F-35 AS Terkena Pelurunya Sendiri
Alissa, seorang warga negara AS yang dinaturalisasi dari Suriah, lulus dari Arvada West High School pada tahun 2018. Dia pernah mengaku bersalah atas penyerangan tingkat tiga karena meninju teman sekelasnya pada akhir 2017.
Teman sekelasnya mengatakan serangan itu tidak beralasan, sebuah pernyataan yang didukung oleh wawancara dengan beberapa saksi, sebagaimana tertulis dalam laporan di Departemen Kepolisian Arvada pada saat itu. Alissa memberi tahu seorang petugas polisi bahwa teman sekelasnya memanggilnya "teroris" dan nama yang rasis.
Polisi belum secara terbuka mengidentifikasi motif penembakan massal di Boulder. Kakak laki-laki Alissa yang berusia 34 tahun menggambarkan adiknya sebagai antisosial dan paranoid dalam sebuah wawancara dengan Daily Beast.
Sedangkan kakak ipar tersangka mengatakan kepada polisi pada Senin malam bahwa tersangka telah bermain senjata api yang dia gambarkan menyerupai senapan mesin dua hari sebelumnya. Ulah tersangka itu telah membuat anggota keluarga kesal.
Alissa tiba di supermarket King Soopers dengan membawa senjata api dan mengenakan rompi taktis. Enam hari sebelumnya, Alissa membeli Ruger AR-556, senjata yang menyerupai senapan semi-otomatis.
Baca juga: Blunder, Jet Tempur Siluman F-35 AS Terkena Pelurunya Sendiri
Alissa, seorang warga negara AS yang dinaturalisasi dari Suriah, lulus dari Arvada West High School pada tahun 2018. Dia pernah mengaku bersalah atas penyerangan tingkat tiga karena meninju teman sekelasnya pada akhir 2017.
Teman sekelasnya mengatakan serangan itu tidak beralasan, sebuah pernyataan yang didukung oleh wawancara dengan beberapa saksi, sebagaimana tertulis dalam laporan di Departemen Kepolisian Arvada pada saat itu. Alissa memberi tahu seorang petugas polisi bahwa teman sekelasnya memanggilnya "teroris" dan nama yang rasis.
Lihat Juga :