Dua Bocah Lompat dari Gedung, Keluarga Tuntut Perusahaan Game

Rabu, 20 Mei 2020 - 07:30 WIB
loading...
Dua Bocah Lompat dari...
Salah satu dari dua bocah yang melompat dari gedung karena meniru karakter di video game. Foto/OddityCentral
A A A
BEIJING - Keluarga di China menuntut perusahaan game Tencent setelah dua anaknya mempertaruhkan nyawa usai melompat dari gedung untuk mengetahui apakah mereka akan kembali hidup seperti karakter video game favorit mereka.

Dua kakak beradik itu berumur 11 dan 9 tahun. Keduanya kecanduan video game Mini World dan Game of Peace selama lockdown akibat virus corona.

Orangtuanya memberi mereka smartphone dan keduanya menghabiskan waktu hingga delapan jam per hari untuk bermain dua game di rumah keluarganya di Handan, China.

Pada 22 Maret, kedua anak itu melompat dari gedung setinggi 50 kaki untuk mengetahui apakah mereka akan hidup kembali seperti dalam game itu. Keduanya kini terluka kritis, beberapa tulangnya patah dan memerlukan sejumlah prosedur operasi.

“Saudari saya bilang, ‘Kakak, mari lihat apakah kita akan kembali hidup seperti dalam game.’ Lalu dia dan saya mencoba melompat dari gedung,” kata bocah berumur 11 tahun itu.

“Dia melakukannya terlebih dulu, lalu dia takut. Saya katakan padanya untuk menutup mata, lalu saya memegang tangannya dan melompat terlebih dulu. Saya tidak ingat apa yang terjadi setelah itu,” papar bocah itu dengan lugu.

“Kami ingin mencoba dan melihat apakah kami dapat terbang atau dapat kembali hidup, seperti dalam Game of Peace dan Mini World. Di mode kreatif Mini World, kamu tidak pernah mati meski berapa kali kamu jatuh,” ujar dia.

Ayah kedua anak itu, Shen Haiyong, 39, mendapati putri bungsunya terluka di bagian pipi dan matanya terbuka lebar saat tak sadarkan diri setelah melompat jatuh.

Shen membawa anaknya ke rumah sakit dan paramedis tiba bersama putra sulungnya yang berumur 11 tahun.

Kedua anak itu dirawat selama beberapa pekan dan menjalani sejumlah operasi dengan dana sumbangan dan uang pinjaman dari keluarga. (Baca Juga: Trump Mengaku Minum Obat Malaria Selama Beberapa Pekan)

Orangtuanya ingin perusahaan game seperti Tencent membayar ganti rugi terkait anak yang kecanduan game mereka. Tencent sebagai pemilik Game of Peace dan Mini World menolak bertanggung jawab atas insiden itu.

Bocah berumur 11 tahun yang selamat dari kejadian tragi situ akhirnya sadar bahwa kenyataan sesungguhnya berbeda dengan yang ada di video game. (Baca Juga: Jepang Akan Bebaskan Lebih Banyak Wilayah dari Status Darurat Corona)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved