Netanyahu Tak Akan Biarkan Pembentukan Negara Palestina Berdaulat Penuh

Selasa, 23 Maret 2021 - 19:01 WIB
loading...
Netanyahu Tak Akan Biarkan...
PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan jika dia terpilih kembali dia tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh.

Pernyataan itu dilaporkan portal berita Panet. Netanyahu menekankan keyakinannya bahwa perdamaian akan dicapai di kawasan melalui kesepakatan normalisasi dengan negara-negara Arab.

Menurut Quds Net News, Netanyahu memberikan komentarnya kepada jaringan berita Arab di Israel dalam upaya menggalang dukungan pemilih untuk Partai Likud di antara orang Arab Israel.

Baca juga: Pejabat Israel Ungkap Mega Proyek Kereta Api di Uni Emirat Arab

Pemilu keempat Israel dalam dua tahun diadakan hari ini.

Baca juga: Israel Paksa Mahmoud Abbas Membatalkan Pemilu Palestina

"Saya tidak berpikir bahwa kita memiliki hubungan dengan Palestina, tetapi kita memiliki hubungan dengan Otoritas Palestina terkait vaksinasi (covid-19)," papar perdana menteri yang sedang menjabat itu.

Lihat infografis: China Curiga Mobil Buatan Tesla Jadi Mata-mata

"Kita harus bekerja sama dengan ini secara bertanggung jawab karena kita tinggal di wilayah yang sama," ujar Netanyahu.

Negara-negara Arab ingin berdamai dengan Israel berdasarkan Arab Peace Initiative yang menetapkan pembentukan negara Palestina sesuai perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, solusi bagi pengungsi Palestina, dan normalisasi hubungan dengan Israel.

Netanyahu mengatakan bahwa dia menerima pembentukan negara Palestina jika kendali keamanan tetap di tangan Israel. "Jika tidak, kita akan mendapatkan Hamas (yang mengatur negara)," papar dia.

Dia juga mengatakan Al-Qaeda dan Iran akan berada di negara Palestina jika Israel tidak mengontrol keamanan. "Ini terjadi di tempat lain di mana Israel tidak memiliki keamanan yang kuat," ujar dia.

Menurut Netanyahu, niatnya bukanlah untuk "meminggirkan" masalah Palestina. "Palestina meminggirkan diri mereka sendiri karena banyak masalah politik internal yang tidak ingin saya bicarakan, tetapi mereka terkait dengan perebutan kekuasaan," ujar dia.

Sebagai penutup, Netanyahu mengatakan bahwa dia adalah pemimpin normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel, serta koeksistensi yang diklaim antara orang Arab dan Yahudi di Israel.

"Ini akan membuat perubahan bersejarah dalam hubungan antara orang Yahudi dan Arab pada umumnya. Ini sangat jelas," klaimnya.

Pendudukan Israel di wilayah Palestina menciptakan banyak penderitaan bagi warga sipil Palestina.

Pengusiran paksa dari tanah leluhur, kekerasan hingga pembunuhan dialami ribuan warga Palestina dengan pelakunya tentara Israel.

Namun keadilan belum ditegakkan bagi rakyat Palestina atas berbagai penderitaan akibat pendudukan Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved