Kebakaran Besar Hancurkan Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Selasa, 23 Maret 2021 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
"Ribuan gubuk terbakar habis," ujar Mohammed Nowkhim kepada Reuters.
Wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, Mohammed Shamsud Douza, berkata, "Kami mencoba mengendalikan kobaran api."
Api besar lainnya merobek kamp pada Januari, menghancurkan rumah tetapi tidak menimbulkan korban.
“Risiko kebakaran di kamp-kamp berpenduduk padat itu sangat tinggi, dan kebakaran hari Senin adalah yang terbesar,” papar Onno Van Manen, Direktur Save the Children di Bangladesh.
“Ini merupakan pukulan telak bagi para pengungsi Rohingya yang tinggal di sini. Beberapa hari yang lalu kami kehilangan salah satu fasilitas kesehatan kami dalam kebakaran lain,” ujar dia.
UNHCR mengatakan mitra kemanusiaan telah memobilisasi ratusan sukarelawan dari kamp-kamp terdekat untuk operasi dukungan, serta kendaraan dan peralatan keselamatan kebakaran.
“Sejauh ini kebakaran telah mempengaruhi tempat penampungan, pusat kesehatan, titik distribusi dan fasilitas lainnya,” ungkap juru bicara UNHCR Donovan.
Wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, Mohammed Shamsud Douza, berkata, "Kami mencoba mengendalikan kobaran api."
Api besar lainnya merobek kamp pada Januari, menghancurkan rumah tetapi tidak menimbulkan korban.
“Risiko kebakaran di kamp-kamp berpenduduk padat itu sangat tinggi, dan kebakaran hari Senin adalah yang terbesar,” papar Onno Van Manen, Direktur Save the Children di Bangladesh.
“Ini merupakan pukulan telak bagi para pengungsi Rohingya yang tinggal di sini. Beberapa hari yang lalu kami kehilangan salah satu fasilitas kesehatan kami dalam kebakaran lain,” ujar dia.
UNHCR mengatakan mitra kemanusiaan telah memobilisasi ratusan sukarelawan dari kamp-kamp terdekat untuk operasi dukungan, serta kendaraan dan peralatan keselamatan kebakaran.
“Sejauh ini kebakaran telah mempengaruhi tempat penampungan, pusat kesehatan, titik distribusi dan fasilitas lainnya,” ungkap juru bicara UNHCR Donovan.
(sya)
Lihat Juga :