Kebijakan Korut Halau Covid-19 Perburuk Kondisi HAM dan Ekonomi
Minggu, 21 Maret 2021 - 21:55 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
JENEWA - Tindakan drastis yang diambil oleh Korea Utara (Korut) untuk menahan virus Corona telah memperburuk pelanggaran HAM dan kesulitan ekonomi bagi warganya, termasuk laporan kelaparan. Hal itu diungkapkan seorang penyelidik PBB.
Korut yang belum melaporkan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, meskipun berbagi perbatasan dengan China, telah memberlakukan penutupan perbatasan, melarang sebagian besar perjalanan internasional, dan sangat membatasi pergerakan di dalam negeri dalam setahun terakhir.
Baca: Malaysia Usir Seluruh Diplomat Korut dan Tutup Kedutaannya di Pyongyang
"Isolasi lebih lanjut Korut dengan dunia luar selama pandemi Covid-19 tampaknya memperburuk pelanggaran HAM yang sudah mengakar," kata Tomas Ojea Quintana, pelapor khusus PBB tentang HAM Korut, seperti dilansir Reuters.
Dia mendesak pihak berwenang Korut untuk memastikan bahwa konsekuensi negatif dari tindakan pencegahan tidak menjadi lebih besar daripada dampak pandemi itu sendiri.
Korut yang belum melaporkan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, meskipun berbagi perbatasan dengan China, telah memberlakukan penutupan perbatasan, melarang sebagian besar perjalanan internasional, dan sangat membatasi pergerakan di dalam negeri dalam setahun terakhir.
Baca: Malaysia Usir Seluruh Diplomat Korut dan Tutup Kedutaannya di Pyongyang
"Isolasi lebih lanjut Korut dengan dunia luar selama pandemi Covid-19 tampaknya memperburuk pelanggaran HAM yang sudah mengakar," kata Tomas Ojea Quintana, pelapor khusus PBB tentang HAM Korut, seperti dilansir Reuters.
Dia mendesak pihak berwenang Korut untuk memastikan bahwa konsekuensi negatif dari tindakan pencegahan tidak menjadi lebih besar daripada dampak pandemi itu sendiri.
Lihat Juga :