PBB Sesalkan Langkah Turki Keluar dari Pakta Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan
Minggu, 21 Maret 2021 - 19:57 WIB
loading...
PBB menyuarakan keprihatinan atas penarikan diri Turki dari Konvensi Dewan Eropa tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Foto/Ist
A
A
A
JENEWA - PBB menyuarakan keprihatinan atas penarikan diri Turki dari Konvensi Dewan Eropa tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pakta ini juga dikenal sebagai Konvensi Istanbul.
"Tindakan ini datang pada saat tindakan dan komitmen internasional bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata UN Women dalam sebuah pernyataan.
"Karena UN Women berusaha untuk memobilisasi tindakan multi-pemangku kepentingan dan lintas generasi yang lebih besar dalam masalah ini, dengan gerakan perempuan menjadi kunci dalam upaya ini," sambungnya.
UN Women, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (21/3), kemudian mendesak Turki untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.Baca juga: Punya Stok Melimpah, PBB Pastikan Karat Emas Kongo Bukan Murahan
Badan PBB yang fokus pada pemberdayaan perempuan itu telah menyoroti peningkatan kekerasan yang dilaporkan terhadap perempuan dan anak perempuan selama pandemi Covid--19 sebagai akibat dari langkah-langkah seperti penguncian dan gangguan pada layanan dukungan vital, yang berada di atas tingkat kekerasan ekstrem yang sudah ada.
"Tindakan ini datang pada saat tindakan dan komitmen internasional bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata UN Women dalam sebuah pernyataan.
"Karena UN Women berusaha untuk memobilisasi tindakan multi-pemangku kepentingan dan lintas generasi yang lebih besar dalam masalah ini, dengan gerakan perempuan menjadi kunci dalam upaya ini," sambungnya.
UN Women, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (21/3), kemudian mendesak Turki untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.Baca juga: Punya Stok Melimpah, PBB Pastikan Karat Emas Kongo Bukan Murahan
Badan PBB yang fokus pada pemberdayaan perempuan itu telah menyoroti peningkatan kekerasan yang dilaporkan terhadap perempuan dan anak perempuan selama pandemi Covid--19 sebagai akibat dari langkah-langkah seperti penguncian dan gangguan pada layanan dukungan vital, yang berada di atas tingkat kekerasan ekstrem yang sudah ada.
Lihat Juga :