Bukan Demonstran tapi Ditembak, Gadis Myanmar Ini Sekarat

Kamis, 18 Maret 2021 - 15:03 WIB
loading...
A A A
Orang tuanya awalnya membawanya ke klinik yang dikelola badan amal, yang membalut kepalanya tetapi menyatakan lukanya terlalu serius.

Kemudian mereka pergi ke rumah sakit kota, di mana staf mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk merawat Ngwe Oo dan merujuknya ke rumah sakit militer terdekat di Pyin Oo Lwin—sekitar tiga jam perjalanan.

Dokter La Min, yang menolak memberikan nama aslinya karena takut akan reaksi dari pihak berwenang, mengatakan kepada AFP bahwa orangtua gadis itu putus asa.

Junta berulang kali mengatakan rumah sakit yang dikelola militer adalah pilihan bagi warga sipil—tetapi orang tua Ngwe Oo takut dengan layanan yang didukung tentara.

Sebaliknya, mereka ingin mengemudi ke arah yang berlawanan dengan Meiktila—di mana rumah sakit umum memiliki peralatan dan staf yang dibutuhkan untuk merawat putri mereka.

Tapi saat itu jam sudah lewat jam 20.00 malam—ketika junta Myanmar memberlakukan jam malam. Selama jam malam diberlakukan, siapa pun yang ditemukan di luar rumah mereka bisa ditangkap.

Layanan Medis Dibatasi

Sistem perawatan kesehatan Myanmar—yang merupakan salah satu yang terlemah di Asia Tenggara—semakin berantakan sejak kudeta.

Para dokter dan perawat adalah yang pertama mengusulkan gerakan pembangkangan sipil, yang sejak itu menyebar ke sektor lain.

"Keluarga itu tidak tahu ke mana harus pergi—mereka bolak-balik di jalan antara arah Pyin Oo Lwin dan Meiktila," kata La Min kepada AFP.

Pada akhirnya, mereka tidak punya pilihan selain pergi ke rumah sakit militer, di mana slip rujukan memerintahkan mereka untuk pergi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved