Bertindak Agresif, AS dan Jepang Ancam 'Tekan' China
Selasa, 16 Maret 2021 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan menekan balik jika perlu ketika China menggunakan paksaan atau agresi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya," tegasnya seperti dikutip dari CNN.
Pada gilirannya, berbicara kepada wartawan, Austin mengatakan bahwa China telah menghabiskan dua dekade terakhir memodernisasi militernya sementara AS telah berfokus pada Timur Tengah.
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
"Jadi tujuan kami adalah memastikan bahwa kami mempertahankan keunggulan kompetitif atas China, atau siapa pun yang ingin mengancam kami atau aliansi kami," ujarnya.
"Dan bahwa kami mengembangkan rencana dan kemampuan operasional untuk dapat mencegah penyerang mana pun," sambungnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi mengatakan, lingkungan strategis Indo-Pasifik telah berubah dalam beberapa tahun terakhir baik dalam kemampuan militer maupun dalam keseimbangan kekuatan.
"Tatanan internasional yang bebas dan terbuka sangat tertantang oleh upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan dan kemajuan sistem otoriter," ucap Motegi.
Pada gilirannya, berbicara kepada wartawan, Austin mengatakan bahwa China telah menghabiskan dua dekade terakhir memodernisasi militernya sementara AS telah berfokus pada Timur Tengah.
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
"Jadi tujuan kami adalah memastikan bahwa kami mempertahankan keunggulan kompetitif atas China, atau siapa pun yang ingin mengancam kami atau aliansi kami," ujarnya.
"Dan bahwa kami mengembangkan rencana dan kemampuan operasional untuk dapat mencegah penyerang mana pun," sambungnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi mengatakan, lingkungan strategis Indo-Pasifik telah berubah dalam beberapa tahun terakhir baik dalam kemampuan militer maupun dalam keseimbangan kekuatan.
"Tatanan internasional yang bebas dan terbuka sangat tertantang oleh upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan dan kemajuan sistem otoriter," ucap Motegi.
Lihat Juga :