Cegah China Invasi Taiwan, Amerika Cs Bangun Kapal Selam Nuklir Baru
Minggu, 14 Maret 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Korea Selatan (Korsel) juga telah memulai program pembangunan kapal selam tiga fase.
Untuk bagiannya, Taiwan telah berkomitmen untuk membangun delapan kapal selam baru guna menambah empat kapal selam yang saat ini dimilikinya dengan biaya USD16 miliar. Kapal selam diesel-listrik baru yang pertama akan beroperasi pada tahun 2025.
Baca juga: Terancam oleh China, Taiwan Bangun 8 Kapal Selam Mulai Minggu Depan
"PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China) percaya bahwa untuk melakukan kampanye ofensif yang sukses di sepanjang rantai pulau pertama (di Laut China Selatan dan Timur), terutama melawan Taiwan, perlu memiliki kontrol udara dan laut," kata Andrew Krepinevich, seorang ahli China dan mantan pejabat senior Pentagon.
"Kapal selam bisa memainkan peran penting dalam menyangkal PLA kontrol laut yang diyakini dibutuhkannya," imbuhnya seperti dikutip Express dari The Times, Minggu (14/3/2021).
China sendiri membantah peryataan komandan AS. Pekan lalu, diplomat top China menegaskan kembali posisi Beijing di Taiwan dan memperingatkan AS untuk tidak mendukung setiap upaya kemerdekaan oleh Taipei.
Untuk bagiannya, Taiwan telah berkomitmen untuk membangun delapan kapal selam baru guna menambah empat kapal selam yang saat ini dimilikinya dengan biaya USD16 miliar. Kapal selam diesel-listrik baru yang pertama akan beroperasi pada tahun 2025.
Baca juga: Terancam oleh China, Taiwan Bangun 8 Kapal Selam Mulai Minggu Depan
"PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China) percaya bahwa untuk melakukan kampanye ofensif yang sukses di sepanjang rantai pulau pertama (di Laut China Selatan dan Timur), terutama melawan Taiwan, perlu memiliki kontrol udara dan laut," kata Andrew Krepinevich, seorang ahli China dan mantan pejabat senior Pentagon.
"Kapal selam bisa memainkan peran penting dalam menyangkal PLA kontrol laut yang diyakini dibutuhkannya," imbuhnya seperti dikutip Express dari The Times, Minggu (14/3/2021).
China sendiri membantah peryataan komandan AS. Pekan lalu, diplomat top China menegaskan kembali posisi Beijing di Taiwan dan memperingatkan AS untuk tidak mendukung setiap upaya kemerdekaan oleh Taipei.
Lihat Juga :