Pembalasan Jurnalis China: Australia Lakukan Genosida terhadap Aborigin
Jum'at, 12 Maret 2021 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Minggu ini, sebuah laporan oleh 50 ahli hukum internasional dan genosida memutuskan bahwa aktivitas China di Xinjiang melanggar setiap ketentuan Konvensi Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Laporan tersebut, yang dirilis pada hari Selasa oleh lembaga think tank Newlines Institute for Strategy and Policy, mengeklaim bahwa pemerintah China memikul tanggung jawab negara atas genosida yang sedang berlangsung terhadap Uighur yang melanggar Konvensi Genosida PBB.
Departemen Luar Negeri AS memperkirakan hingga dua juta orang Uighur—minoritas Muslim yang berasal dari Xinjiang—diyakini telah ditempatkan di pusat-pusat penahanan.
Para mantan tahanan mengaku bahwa mereka menjadi sasaran indoktrinasi, pelecehan seksual dan bahkan disterilkan secara paksa saat berada di kamp.
"Ini adalah kekuatan global utama, yang kepemimpinannya adalah arsitek genosida," kata Azeem Ibrahim, Direktur Inisiatif Khusus di Newlines Institute.
Baca juga: Ada Bukti China Ingin Hancurkan Minoritas Muslim di Xinjiang
China membantah tuduhan itu, dengan mengatakan pusat-pusat kamp itu dimaksudkan untuk mencegah ekstremisme agama dan terorisme.
Laporan tersebut, yang dirilis pada hari Selasa oleh lembaga think tank Newlines Institute for Strategy and Policy, mengeklaim bahwa pemerintah China memikul tanggung jawab negara atas genosida yang sedang berlangsung terhadap Uighur yang melanggar Konvensi Genosida PBB.
Departemen Luar Negeri AS memperkirakan hingga dua juta orang Uighur—minoritas Muslim yang berasal dari Xinjiang—diyakini telah ditempatkan di pusat-pusat penahanan.
Para mantan tahanan mengaku bahwa mereka menjadi sasaran indoktrinasi, pelecehan seksual dan bahkan disterilkan secara paksa saat berada di kamp.
"Ini adalah kekuatan global utama, yang kepemimpinannya adalah arsitek genosida," kata Azeem Ibrahim, Direktur Inisiatif Khusus di Newlines Institute.
Baca juga: Ada Bukti China Ingin Hancurkan Minoritas Muslim di Xinjiang
China membantah tuduhan itu, dengan mengatakan pusat-pusat kamp itu dimaksudkan untuk mencegah ekstremisme agama dan terorisme.
Lihat Juga :