Situasi Keamanan Tidak Stabil, Jinping Minta Militer China Siap Siaga
Rabu, 10 Maret 2021 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Pada pertemuan militer, Mayor Jenderal Yang Cheng - yang bertugas di Angkatan Darat Grup ke-73 yang misi utamanya dianggap menaklukkan Taiwan - mengatakan PLA perlu memperkuat upaya peringatan dini dan pengintaian serta mengkonsolidasikan kendali atas perbatasan negara.
Baca juga: China Operasikan Kapal Perang Baru, Salah Satu yang Terkuat di Dunia
Zhao Baorui, komisaris politik Komando Teater Barat yang meliputi perbatasan dengan India, juga menyerukan lebih banyak dana militer untuk wilayah perbatasan guna mempercepat pembangunan bandara, jalan dan pangkalan pelatihan.
Menanggulangi "rintangan" AS pada teknologi adalah topik diskusi utama lainnya dalam pertemuan tersebut. Wakil Kepala Angkatan Laut Laksamana Shen Jinlong mengatakan bahwa untuk memenangkan perang di masa depan, militer China harus memperkuat kemampuannya untuk menggunakan teknologi inovatif dan bahwa lebih banyak dukungan negara diperlukan untuk industri dan proyek utama.
PLA telah mengalami perombakan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir dan upaya modernisasinya sedang berlangsung - Presiden Xi mengatakan itu harus selesai pada tahun 2035, dengan target memiliki "militer kelas dunia" pada tahun 2050.
Beijing telah mengumumkan pertumbuhan moderat dalam anggaran pertahanannya sebesar 6,8 persen pada 2021, tetapi mengatakan akan meningkatkan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sains dan teknologi lebih dari 7 persen dalam lima tahun ke depan. Area yang ditargetkan untuk mendapatkan lebih banyak dana termasuk semikonduktor, komputasi kuantum dan cloud, dan kecerdasan buatan untuk penggunaan militer dan komersial, menurut draf rencana lima tahun.
Baca juga: Jenderal Bintang 4 AS: Terancam Rudal China, Guam Butuh Sistem Rudal 360 Derajat
Baca juga: China Operasikan Kapal Perang Baru, Salah Satu yang Terkuat di Dunia
Zhao Baorui, komisaris politik Komando Teater Barat yang meliputi perbatasan dengan India, juga menyerukan lebih banyak dana militer untuk wilayah perbatasan guna mempercepat pembangunan bandara, jalan dan pangkalan pelatihan.
Menanggulangi "rintangan" AS pada teknologi adalah topik diskusi utama lainnya dalam pertemuan tersebut. Wakil Kepala Angkatan Laut Laksamana Shen Jinlong mengatakan bahwa untuk memenangkan perang di masa depan, militer China harus memperkuat kemampuannya untuk menggunakan teknologi inovatif dan bahwa lebih banyak dukungan negara diperlukan untuk industri dan proyek utama.
PLA telah mengalami perombakan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir dan upaya modernisasinya sedang berlangsung - Presiden Xi mengatakan itu harus selesai pada tahun 2035, dengan target memiliki "militer kelas dunia" pada tahun 2050.
Beijing telah mengumumkan pertumbuhan moderat dalam anggaran pertahanannya sebesar 6,8 persen pada 2021, tetapi mengatakan akan meningkatkan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sains dan teknologi lebih dari 7 persen dalam lima tahun ke depan. Area yang ditargetkan untuk mendapatkan lebih banyak dana termasuk semikonduktor, komputasi kuantum dan cloud, dan kecerdasan buatan untuk penggunaan militer dan komersial, menurut draf rencana lima tahun.
Baca juga: Jenderal Bintang 4 AS: Terancam Rudal China, Guam Butuh Sistem Rudal 360 Derajat
(ian)
Lihat Juga :