Bersembunyi dan Dilindungi 24 Jam, Politisi Anti-Islam Belanda Tak Menyesal
Selasa, 09 Maret 2021 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
“Masalah lain seperti imigrasi masih penting. Untuk pemilih saya, itu masih nomor satu. Tapi jika Anda melihat rata-rata orang Belanda, corona memang masalah nomor satu,” paparnya.
Meskipun demikian, Wilders mengatakan dia melihat tidak perlu untuk melepaskan retorika anti-imigrasi dan anti-Islam yang telah menentukan karier politiknya selama dua dekade.
“Imigrasi imigran non-Barat merupakan masalah eksistensial,” kata Wilders. "Saya percaya kita bahkan harus melangkah, untuk berinvestasi lebih banyak dalam mewujudkan kebijakan ini (menentang imigrasi)."
Rutte dan partai-partai lain telah berjanji untuk mengecualikan Wilders dari koalisi mana pun, sebuah tindakan yang oleh ketua Partai Kebebasan itu disebut "sangat tidak demokratis".
“Semakin banyak orang memilih partai saya, semakin sulit untuk mengecualikan kami,” kata Wilders.
Wilders juga tak menyesal soal perbuatannya di masa lalu, termasuk rencana kompetisi kartun Nabi Muhammad pada 2018 yang ia batalkan setelah mendapat ancaman pembunuhan.
Meskipun demikian, Wilders mengatakan dia melihat tidak perlu untuk melepaskan retorika anti-imigrasi dan anti-Islam yang telah menentukan karier politiknya selama dua dekade.
“Imigrasi imigran non-Barat merupakan masalah eksistensial,” kata Wilders. "Saya percaya kita bahkan harus melangkah, untuk berinvestasi lebih banyak dalam mewujudkan kebijakan ini (menentang imigrasi)."
Rutte dan partai-partai lain telah berjanji untuk mengecualikan Wilders dari koalisi mana pun, sebuah tindakan yang oleh ketua Partai Kebebasan itu disebut "sangat tidak demokratis".
“Semakin banyak orang memilih partai saya, semakin sulit untuk mengecualikan kami,” kata Wilders.
Wilders juga tak menyesal soal perbuatannya di masa lalu, termasuk rencana kompetisi kartun Nabi Muhammad pada 2018 yang ia batalkan setelah mendapat ancaman pembunuhan.
Lihat Juga :