Penyintas Chapecoense 'Menipu Kematian', Kembali Lolos dari Kecelakaan Maut
Jum'at, 05 Maret 2021 - 01:48 WIB
loading...
A
A
A
"Satu-satunya hal yang dapat saya lakukan adalah mengambil tempat duduk di depan saya dan bersandar di jendela agar saya tidak bergerak ketika bus terguling, karena saya tahu itu akan terjadi," ungkapnya.
"Kami berbalik dan berbalik dan ada orang yang tidak berpegangan dan terlempar seolah-olah itu adalah mesin cuci," ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Pernah Rasakan Kecelakaan Pesawat, Chapecoense Beri Dukungan kepada Palmas
Adik Tumiri, Lucia, mengatakan kepada surat kabar Bolivia Los Tiempos bahwa kakaknya sangat beruntung bisa bertahan hidup.
"Dia stabil, puji syukur," katanya. "Sekali lagi dia selamat. Saya berbicara dengannya dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia baik-baik saja," imbuhnya.
Pria berusia 30 tahun itu dikabarkan mengalami cedera lutut dan punggung. Dia dirawat di rumah sakit tetapi telah diperbolehkan pulang pada hari Rabu.
Tumiri menjadi selebriti lokal di kampung halamannya di Cochabamba setelah selamat dari kecelakaan maut Chapecoense. Pesawat itu jatuh saat mendekati kota Medellin setelah kehabisan bahan bakar. Sebagian besar anggota tim sepak bola asal Brasil — yang bepergian ke Kolombia untuk pertandingan terbesar dalam sejarahnya — meninggal.
"Kami berbalik dan berbalik dan ada orang yang tidak berpegangan dan terlempar seolah-olah itu adalah mesin cuci," ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Pernah Rasakan Kecelakaan Pesawat, Chapecoense Beri Dukungan kepada Palmas
Adik Tumiri, Lucia, mengatakan kepada surat kabar Bolivia Los Tiempos bahwa kakaknya sangat beruntung bisa bertahan hidup.
"Dia stabil, puji syukur," katanya. "Sekali lagi dia selamat. Saya berbicara dengannya dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia baik-baik saja," imbuhnya.
Pria berusia 30 tahun itu dikabarkan mengalami cedera lutut dan punggung. Dia dirawat di rumah sakit tetapi telah diperbolehkan pulang pada hari Rabu.
Tumiri menjadi selebriti lokal di kampung halamannya di Cochabamba setelah selamat dari kecelakaan maut Chapecoense. Pesawat itu jatuh saat mendekati kota Medellin setelah kehabisan bahan bakar. Sebagian besar anggota tim sepak bola asal Brasil — yang bepergian ke Kolombia untuk pertandingan terbesar dalam sejarahnya — meninggal.
Lihat Juga :