China Percepat Kemampuan Luncurkan Rudal Nuklir untuk Balas Serangan Musuh

Rabu, 03 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
A A A
Hampir semua silo baru yang terdeteksi oleh Kristensen tampaknya dirancang untuk mengakomodasi ICBM DF-41 generasi baru China, yang dibangun dengan komponen bahan bakar padat yang memungkinkan operator untuk lebih cepat mempersiapkan rudal untuk diluncurkan, dibandingkan dengan DF-5. Sistem bahan bakar cair yang lebih memakan waktu. DF-41 dapat menargetkan Alaska dan sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

China sudah memiliki rudal DF-41 versi rail and road mobile.

"Mereka mencoba untuk membangun daya tahan pasukan mereka, dengan mengembangkan pangkalan silo untuk rudal canggih mereka,” kata Kristensen dalam sebuah wawancara. “Ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang garis tipis dalam strategi nuklir ini, antara mencegah musuh AS dengan mengancam kekuatan nuklirnya yang sangat berharga dan mendorong musuh untuk mengambil tindakan balasan yang membuat kekuatannya lebih mampu dan berbahaya.”

“Bagaimana Anda keluar dari lingkaran setan itu?,” tanya Kristensen.

Sejumlah skenario dapat mendorong China dan Amerika Serikat ke dalam semacam konflik.

Frank Rose, seorang pejabat pengawasan senjata Departemen Luar Negeri AS selama pemerintahan Barrack Obama, mengatakan baru-baru ini ada sedikit kemungkinan untuk membuat China bergabung dalam negosiasi internasional untuk membatasi senjata nuklir. Pemerintahan Donald Trump pernah mencobanya tetapi gagal, dan Rose tidak melihat alasan untuk berpikir bahwa itu akan berubah dalam waktu dekat.

"Mereka tidak akan melakukannya karena kebaikan hati mereka," katanya. Tetapi, kata dia, mereka mungkin tertarik untuk berbicara jika Amerika Serikat bersedia mempertimbangkan kekhawatiran China tentang masalah terkait seperti pertahanan rudal AS.

Rose mengatakan kepentingan utama China adalah membangun kekuatan non-nuklir dari rudal jarak pendek dan menengah, yang, dikombinasikan dengan kemampuan dan sistem serangan siber untuk merusak atau menghancurkan satelit AS, dapat mendorong Amerika Serikat keluar dari Pasifik barat. Ini akan mempersulit upaya Amerika Serikat untuk campur tangan jika Beijing memutuskan untuk menggunakan kekerasan terhadap Taiwan, wilayah yang dipandang Beijing sebagai provinsinya yang membangkang yang pada akhirnya harus kembali ke pangkuan rezim komunis.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved