Merasa Dikeroyok, China Sebut Aliansi Five Eyes Gangster
Jum'at, 26 Februari 2021 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
”Negara-negara itu berbagi peradaban Anglo-Saxon. Negara-negara Five Eyes telah dipersatukan oleh AS untuk menjadi 'pusat Barat'. Mereka memiliki rasa superioritas peradaban yang kuat.”
“Blok yang awalnya ditujukan untuk berbagi informasi intelijen kini telah menjadi organisasi yang menargetkan China dan Rusia. Gagasan jahat tentang rasisme telah berkembang secara sadar atau tidak sadar dalam bentrokan mereka dengan kedua negara,” imbuh editorial Global Times.
Lebih lanjut, media pemerintah China menulis bahwa Five Eyes telah diubah dari mekanisme pembagian intelijen menjadi “klik politik”.
"Diplomasi global di abad ke-21 tidak boleh dibajak oleh komunitas internasional palsu dengan poros supremasi kulit putih," tulis media rezim Komunis China tersebut. ”Kami tidak dapat membiarkan keegoisan mereka menyamar sebagai moralitas umum dunia, dan mereka tidak dapat menetapkan agenda umat manusia."
Baca juga: Nur Sajat Si Transgender Mejang di Masjidil Haram Diburu Besar-besaran
Serangan verbal media Beijing itu muncul ketika perang dagang Beijing dengan Canberra sedang memanas. Kemarin terungkap bahwa pengekspor ikan hidup terbesar Australia gagal memperbarui izin ekspornya di China.
“Blok yang awalnya ditujukan untuk berbagi informasi intelijen kini telah menjadi organisasi yang menargetkan China dan Rusia. Gagasan jahat tentang rasisme telah berkembang secara sadar atau tidak sadar dalam bentrokan mereka dengan kedua negara,” imbuh editorial Global Times.
Lebih lanjut, media pemerintah China menulis bahwa Five Eyes telah diubah dari mekanisme pembagian intelijen menjadi “klik politik”.
"Diplomasi global di abad ke-21 tidak boleh dibajak oleh komunitas internasional palsu dengan poros supremasi kulit putih," tulis media rezim Komunis China tersebut. ”Kami tidak dapat membiarkan keegoisan mereka menyamar sebagai moralitas umum dunia, dan mereka tidak dapat menetapkan agenda umat manusia."
Baca juga: Nur Sajat Si Transgender Mejang di Masjidil Haram Diburu Besar-besaran
Serangan verbal media Beijing itu muncul ketika perang dagang Beijing dengan Canberra sedang memanas. Kemarin terungkap bahwa pengekspor ikan hidup terbesar Australia gagal memperbarui izin ekspornya di China.
Lihat Juga :