Sebanyak 18 Juta Orang Dewasa AS Menjadi Kaum LGBT
Jum'at, 26 Februari 2021 - 10:04 WIB
loading...
Para aktivis dan pendukung LGBT saat demo di luar Mahkamah Agung Amerika Serikat di Washington, 8 Oktober 2019. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst
A
A
A
WASHINGTON - Sekitar 5,6 persen atau 18 juta orang dewasa Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi diri sebagai bagian dari komunitas LGBT [lesbian, gay, biseksual, dan transgender]. Ini merupakan data nasional baru dari lembaga survei Gallup.
Berdasarkan data historis yang dikumpulkan oleh lembaga tersebut, ini merupakan rekor tertinggi sejak 2012. Ini merupakan lompatan besar dari angka tahun 2017, yang menemukan 4,5 persen orang dewasa AS teridentifikasi sebagai bagian dari spektrum LGBT.
Baca juga: Atas Perintah Biden, AS Serang Suriah dengan Target Milisi Pro-Iran
Data baru ini berdasarkan lebih dari 15.000 wawancara yang dilakukan antara peneliti Gallup dan warga Amerika berusia 18 tahun atau lebih pada tahun 2020. Survei mencatat bahwa hasil tersebut membahas orang dewasa yang diidentifikasi sebagai LGBT, tetapi tidak mengomentari komunitas LGBTQ + yang lebih luas.
Khususnya, survei tersebut memungkinkan responden untuk menyesuaikan tanggapan mereka saat mendiskusikan identitas gender mereka alih-alih membiarkan biner standar “ya” atau “tidak” sebagai satu-satunya pilihan jawaban.
Berdasarkan data historis yang dikumpulkan oleh lembaga tersebut, ini merupakan rekor tertinggi sejak 2012. Ini merupakan lompatan besar dari angka tahun 2017, yang menemukan 4,5 persen orang dewasa AS teridentifikasi sebagai bagian dari spektrum LGBT.
Baca juga: Atas Perintah Biden, AS Serang Suriah dengan Target Milisi Pro-Iran
Data baru ini berdasarkan lebih dari 15.000 wawancara yang dilakukan antara peneliti Gallup dan warga Amerika berusia 18 tahun atau lebih pada tahun 2020. Survei mencatat bahwa hasil tersebut membahas orang dewasa yang diidentifikasi sebagai LGBT, tetapi tidak mengomentari komunitas LGBTQ + yang lebih luas.
Khususnya, survei tersebut memungkinkan responden untuk menyesuaikan tanggapan mereka saat mendiskusikan identitas gender mereka alih-alih membiarkan biner standar “ya” atau “tidak” sebagai satu-satunya pilihan jawaban.
Lihat Juga :