UE Ungkapkan Keprihatinan atas Rencana Malaysia Deportasi Pengungsi Myanmar
Kamis, 25 Februari 2021 - 15:49 WIB
loading...
Uni Eropa (UE) turut mengungkapkan keprihatinan atas keputusan Malaysia mendeportasi pengungsi Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) turut mengungkapkan keprihatinan atas keputusan Malaysia mendeportasi pengungsi Myanmar. Keputusan Malaysia ini datang di tengah situasi tidak menentu di Myanmar, pasca kudeta.
Malaysia berencana mengirim lebih dari 1.000 warga Myanmar dengan menggunakan tiga kapal Angkatan Laut, kembali ke negara mereka, sebuah tindakan yang menurut kelompok hak asasi dapat membahayakan nyawa orang yang dideportasi.
Para aktivis mengatakan, para pencari suaka, termasuk dari etnis Chin, Kachin dan orang-orang yang datang ke Malaysia untuk melarikan diri dari konflik dan penganiayaan di negara mereka, termasuk dalam daftar deportasi.
Pengadilan Malaysia sejatinya telah mengeluarkan keputusan untuk menunda deportasi itu, setelah adanya kecaman keras dari kelompok-kelompok HAM. Namun, pemerintah Malaysia dilaporkan akan tetap melanjutkan rencana deportasi itu.
UE mengatakan pihaknya "sangat menyesalkan" langkah otoritas Malaysia untuk melanjutkan deportasi meskipun ada perintah pengadilan dan juga prihatin dengan penggunaan kapal Angkatan Laut. Baca juga: 28 Pekerja Ilegal Diselundupkan ke Malaysia, Digagalkan TNI AL di Tanjung Kumpul
Malaysia berencana mengirim lebih dari 1.000 warga Myanmar dengan menggunakan tiga kapal Angkatan Laut, kembali ke negara mereka, sebuah tindakan yang menurut kelompok hak asasi dapat membahayakan nyawa orang yang dideportasi.
Para aktivis mengatakan, para pencari suaka, termasuk dari etnis Chin, Kachin dan orang-orang yang datang ke Malaysia untuk melarikan diri dari konflik dan penganiayaan di negara mereka, termasuk dalam daftar deportasi.
Pengadilan Malaysia sejatinya telah mengeluarkan keputusan untuk menunda deportasi itu, setelah adanya kecaman keras dari kelompok-kelompok HAM. Namun, pemerintah Malaysia dilaporkan akan tetap melanjutkan rencana deportasi itu.
UE mengatakan pihaknya "sangat menyesalkan" langkah otoritas Malaysia untuk melanjutkan deportasi meskipun ada perintah pengadilan dan juga prihatin dengan penggunaan kapal Angkatan Laut. Baca juga: 28 Pekerja Ilegal Diselundupkan ke Malaysia, Digagalkan TNI AL di Tanjung Kumpul
Lihat Juga :