Pendiri Blackwater: Hasil Investigasi PBB Benar-benar Salah
Kamis, 25 Februari 2021 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Prince juga menyatakan bahwa dia belum bertemu Haftar dan tidak berada di Mesir pada 2019. Pengakuan ini menunjukkan bahwa ia belum melihat laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tuduhan terhadapnya.
Laporan rahasia tersebut menyimpulkan bahwa mantan kepala Blackwater itu melanggar embargo senjata yang diberlakukan di Libya. Prince dilaporkan telah mengirim tentara bayaran yang dilengkapi dengan drone penyerang, kapal perang, dan kemampuan perang siber untuk mendukung Haftar di Libya timur pada 2019, selama serangan di Tripoli dan daerah lain di sebelah barat negara itu.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, operasi yang menelan biaya USD80 juta itu termasuk rencana yang dibuat oleh tentara bayaran untuk membentuk kelompok bersenjata guna mengejar dan membunuh para pemimpin militer Libya.
Baca juga: Laporan Rahasia PBB: Blackwater Ingin Gulingkan Pemerintahan Libya
Kampanye militer Haftar, yang diluncurkan pada April 2019, gagal menggulingkan GNA dan menguasai Tripoli. Dengan bantuan pasukan Turki, GNA mampu mengusir pasukan Haftar dan mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya pada Juni 2020.
Laporan rahasia tersebut menyimpulkan bahwa mantan kepala Blackwater itu melanggar embargo senjata yang diberlakukan di Libya. Prince dilaporkan telah mengirim tentara bayaran yang dilengkapi dengan drone penyerang, kapal perang, dan kemampuan perang siber untuk mendukung Haftar di Libya timur pada 2019, selama serangan di Tripoli dan daerah lain di sebelah barat negara itu.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, operasi yang menelan biaya USD80 juta itu termasuk rencana yang dibuat oleh tentara bayaran untuk membentuk kelompok bersenjata guna mengejar dan membunuh para pemimpin militer Libya.
Baca juga: Laporan Rahasia PBB: Blackwater Ingin Gulingkan Pemerintahan Libya
Kampanye militer Haftar, yang diluncurkan pada April 2019, gagal menggulingkan GNA dan menguasai Tripoli. Dengan bantuan pasukan Turki, GNA mampu mengusir pasukan Haftar dan mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya pada Juni 2020.
Lihat Juga :