Pendiri Blackwater: Hasil Investigasi PBB Benar-benar Salah

Kamis, 25 Februari 2021 - 05:37 WIB
loading...
Pendiri Blackwater:...
Pendiri dan mantan CEO perusahaan keamanan swasta Blackwater, Eric Prince, membantah laporan penyelidik PBB. Foto/Middle East Monitor
A A A
WASHINGTON - Pendiri dan mantan CEO perusahaan keamanan swasta Blackwater, Eric Prince, membantah berperan dalam mengirim tentara bayaran untuk mendukung pasukan pemberontak Jenderal Khalifa Haftar di Libya .

Prince merespons laporan rahasia oleh penyelidik PBB , yang mengatakan ia mengirim tentara bayaran untuk mendukung Haftar selama upayanya menggulingkan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional dan mengendalikan Ibu Kota, Tripoli.

"Hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa sepenuhnya salah," kata Prince seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (25/6/2021).



Ia juga menegaskan dirinya bukan penasihat mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Prince mengaku bertemu dengan Trump hanya sekali saat dia menjabat. Ia juga tidak pernah membahas situasi di Libya atau masalah politik lainnya dengan mantan presiden itu, menantu laki-lakinya Jared Kushner, atau dengan mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Jayden Adams Tutup Usia,...
Jayden Adams Tutup Usia, Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Berita Terkini
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved