Biden dan Trudeau Bersatu Lawan China, Atasi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Februari 2021 - 09:23 WIB
loading...
Biden dan Trudeau Bersatu...
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menggelar konferensi pers. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau berusaha menutup halaman tentang era Donald Trump.

Biden dan Trudeau menekankan hubungan erat kedua negara dan berjanji bekerja sama melawan pengaruh China dan mengatasi perubahan iklim.

“Amerika Serikat tidak memiliki teman dekat, tidak ada teman dekat selain Kanada,” ujar Biden kepada Trudeau melalui tautan video elektronik dengan pemimpin Kanada dan para pembantu utama.

Baca juga: Sebulan Menjabat, Joe Biden Dihantam Isu Rasisme

“Itulah mengapa Anda menjadi panggilan pertama saya sebagai presiden (dan) pertemuan bilateral pertama saya,” papar Biden.

Baca juga: Laporan Rahasia PBB: Blackwater Ingin Gulingkan Pemerintahan Libya

Setelah berbicara selama sekitar dua jam, kedua pemimpin muncul dan mengatakan bahwa mereka berencana bekerja sama secara erat untuk mengalahkan pandemi COVID-19 dan memerangi perubahan iklim, dengan tujuan mencapai emisi nol pada 2050.



Trudeau juga berterima kasih kepada Biden karena menegaskan kembali dukungan AS untuk pembebasan dua warga Kanada yang ditahan China, Michael Spavor dan Michael Kovrig.

“Manusia tidak menukar chip. Kita akan bekerja sama sampai kita mendapatkan mereka kembali dengan selamat,” papar Biden.

Biden dan Trudeau tidak menerima sejumlah pertanyaan dari wartawan setelah menyampaikan pernyataan mereka.

Trudeau menyambut baik pemerintahan Biden, dengan alasan perhatian khusus Washington terhadap perubahan iklim berbeda dengan mantan Presiden AS Donald Trump.

“Terima kasih, sekali lagi, karena telah melangkah sedemikian besar dalam menangani perubahan iklim.

Kepemimpinan AS telah sangat dirindukan selama beberapa tahun terakhir," ujar Trudeau.

Kanada sering kali menjadi perhentian asing pertama bagi presiden AS, tetapi pandemi COVID-19 mengubah pertemuan antara kedua pemimpin dan beberapa wakil utama mereka menjadi secara virtual.

Biden, Wakil Presiden Kamala Harris dan pejabat lainnya, semuanya mengenakan masker gelap, duduk di meja panjang di ruang rapat Gedung Putih, dekat layar video besar dengan wajah Trudeau tampil dari Ottawa.

Sumber pemerintah Kanada mengatakan belum ada kemajuan mengenai kemungkinan Kanada mengakses vaksin COVID-19 yang diproduksi di Amerika Serikat. Kanada saat ini menerima dosis dari sejumlah pabrik di Eropa.

“Kita fokus pada diri kita sendiri, Amerika Serikat fokus pada dirinya sendiri. Mereka merasa kekurangan pasokan, jadi tidak ada berita tentang itu,” tutur sumber yang tidak mau disebutkan namanya karena situasi sensitif.

Biden membuat kesal Kanada tak lama setelah menjabat pada 20 Januari dengan memblokir proyek pipa Keystone XL senilai USD8 miliar untuk memompa minyak mentah dari Alberta ke Nebraska.

Biden juga mengusulkan program "Beli Amerika" yang bertujuan mengarahkan lebih banyak pengeluaran AS untuk produsen dalam negeri.

Tetapi kedua pemimpin itu menjelaskan bahwa mereka ingin menyelesaikan perselisihan itu dan bekerja sama.

Pertemuan tersebut menarik perhatian sebagai pandangan awal dari diplomasi Biden. “Semua orang di seluruh dunia memperhatikan pertemuan ini dengan sangat cermat. Mereka ingin mendapatkan apa yang didapat orang Kanada dan tidak semua berhasil. Ini adalah akses tingkat atas, standar emas," ujar seorang diplomat senior Barat di Ottawa.

“Kami merasa kami akan balapan di sini,” ujar sumber pemerintah Kanada.

Trudeau adalah pemimpin dunia pertama yang memberi selamat kepada Biden ketika Partai Demokrat dinyatakan sebagai pemenang pemilu November. Hal itu menggambarkan sejauh mana sekutu dekat AS itu akan beralih dari empat tahun masa jabatan Trump.

Mantan presiden Trump sering bentrok dengan Ottawa dalam perdagangan dengan memberlakukan tarif pada aluminium dan baja Kanada.

Trump melakukan perjalanan hanya sekali ke Kanada untuk pertemuan G7 pada 2018, dan mengecam Trudeau karena "sangat tidak jujur dan lemah" setelah dia pergi.

Trump juga memaksa negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, pembicaraan yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun pemerintahan Trudeau.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved