Para Tokoh ASEAN Kecam Kudeta Militer di Myanmar

Selasa, 16 Februari 2021 - 11:57 WIB
loading...
A A A
Pernyataan itu ditandatangani oleh Sriprapha Petcharamesree, mantan Perwakilan Thailand untuk AICHR; Seree Nonthasoot, mantan Perwakilan Thailand untuk AICHR; Edmund Bon Tai Soon, mantan Perwakilan Malaysia untuk AICHR; Dinna Prapto Raharja, mantan Perwakilan Indonesia ke AICHR; Rafendi Djamin, mantan Perwakilan Indonesia di AICHR; Barry Desker, mantan Perwakilan Singapura di AICHR; Muhammad Shafee Abdullah, mantan Perwakilan Malaysia di AICHR; Loretta Ann P Rosales, mantan Perwakilan Filipina untuk AICHR.

“Myanmar sebagai negara demokrasi di masa depan adalah kenyataan yang tak terhindarkan. Sejarah perjuangan untuk menyuarakan pendapat politik yang beragam di Myanmar dan bagaimana rakyat mereka berbicara melalui pemilu adalah pedoman kita untuk tidak menganggap gejolak sosial dan kudeta militer Myanmar saat ini sebagai masalah internal,” ujar Dinna Prapto Raharja, Perwakilan Indonesia untuk Komisi Antar Pemerintah ASEAN tentang Hak Asasi Manusia 2016-2018.

Dinna menambahkan, “Saatnya di sini untuk memajukan solidaritas di antara negara-negara demokrasi, bukan melalui sanksi dan tekanan tetapi melalui penjangkauan kepada para aktivis demokrat dan masyarakat sipil.”

Menurut Dinna, Indonesia sebagai negara demokrasi dan salah satu pelopor yang memprakarsai penanaman prinsip demokrasi dan hak asasi manusia di dalam ASEAN harus memimpin dalam menciptakan lingkungan kawasan yang kondusif bagi tumbuhnya demokrasi bayi di Myanmar.

Memiliki Myanmar sebagai negara demokrasi membantu kebijakan luar negeri Indonesia dalam memajukan perdagangan yang adil dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Tindakan prosedural di ASEAN tidak akan bekerja dengan baik tanpa adanya gerakan dari para pemimpin yang inspiratif,” ujar Dinna.

“Saya berharap Presiden Joko Widodo, ikon demokrasi di Indonesia, menjadi salah satu pemimpin inspiratif yang membantu mengubah kekerasan menjadi perdamaian, keraguan menjadi keyakinan bahwa demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah sistem politik terbaik untuk Myanmar,” ungkap Dinna.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved