Erdogan Desak AS Hentikan Dukungan Terhadap Teroris

Selasa, 16 Februari 2021 - 03:09 WIB
loading...
Erdogan Desak AS Hentikan...
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Washington harus menghentikan dukungannya untuk teroris Kurdi. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki , Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Washington harus menghentikan dukungannya untuk "teroris" Kurdi. Dia menuduh Amerika Serikat (AS) berdiri di belakang militan Kurdi yang membunuh pasukan Turki di Irak.

"Apakah Anda (AS) tidak mendukung teroris? Bukankah Anda mendukungPartai Pekerja Kurdistan (PKK) dan YPG?" tanya Erdogan saat berbicara di Kongres Partai AK.

Erdogan merujuk pada pasukan YPG Kurdi Suriah yang juga dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat, yang dianggap sebagai perpanjangan tangan PKK, kelompok yang masuk daftar teroris di Turki.

"Jika kami bersama Anda di NATO, Anda tidak akan mendukung teroris. Jika Anda mau ambil bagian, Anda akan bersama kami," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/2/2021).

Dia kemudian mengatakan bahwa pernyataan Washington sebelumnya tentang terbunuhnya warga Turki oleh militan sebagai sebuah "lelucon". Baca juga: Arkeolog Turki Temukan 651 Koin Perak Berusia 2.100 Tahun

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar mengatakan,13 warga Turki yang sebelumnya diculik, termasuk personel polisi, telah ditembak mati oleh anggota PKK.

Dia juga mengatakan bahwa tiga tentara Turki tewas selama operasi militer Ankara terhadap kelompok itu, yang diluncurkan pada 10 Februari di wilayah utara Irak.

Kementerian Luar Negeri AS kemudian merilis pernyataan yang menyesalkan kematian warga Turki di Wilayah Kurdistan di Irak. Baca juga: Turki Bertekad Mencapai Bulan pada 2023, China dan UEA Tiba di Mars

"Kami mendukung Turki dan menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang hilang dalam pertempuran baru-baru ini. Jika laporan kematian warga sipil Turki di tangan PKK, sebuah organisasi teroris, dikonfirmasi, kami mengutuk tindakan ini dalam istilah yang sekuat mungkin," kata kementerian itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved