Selimut 'Kiamat Salju' Bekukan Moskow, Transportasi Kacau

Minggu, 14 Februari 2021 - 02:02 WIB
loading...
Selimut Kiamat Salju...
Petugas medis melihat seseorang yang sedang membersihkan salju di Moskow, Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Hujan salju lebat telah mengubur Moskow, Rusia , dalam tumpukan salju yang sangat tebal, mengganggu transportasi, dan menunda penerbangan.

Situasi itu menyulitkan para pejalan kaki yang harus menantang angin kencang dan suhu minus 15 Celcius.

Hujan salju mulai turun pada Kamis malam dan diperkirakan akan berakhir pada Minggu. Layanan darurat Rusia menyarankan orang menjauh dari pohon-pohon.

Baca juga: Dua Anak Harimau Putih di Pakistan Diduga Mati karena COVID-19

Otoritas juga memperingatkan adanya hembusan angin dengan kecepatan 18 meter per detik.

Lihat infografis: Putra Mahkota Saudi Luncurkan ‘Coral Bloom’ di Laut Merah

“Ini badai salju yang nyata, Armageddon salju, kiamat salju. Ini bukan peringatan latihan, tapi peringatan pertempuran,” ungkap Evgeny Tishkovets dari layanan cuaca Fobos seperti dikutip kantor berita RIA sebelum hujan salju dimulai.



“Pada Sabtu pagi, kedalaman salju di kota itu mencapai ketebalan 56 sentimeter. Ini hampir melampaui rekor tertinggi 60 cm untuk akumulasi salju pada 13 Februari,” papar Fobos.

“Pada Jumat, Moskow mengalami rekor hujan salju selama 12 Februari, memecahkan rekor sebelumnya pada 1973,” ungkap badan meteorologi nasional.

Ada beberapa penundaan penerbangan di bandara di Moskow, kota berpenduduk lebih dari 12 juta jiwa.

Tidak seperti biasanya di akhir pekan, lalu lintas macet di banyak tempat.

“Sekitar 60.000 orang bekerja untuk membersihkan jalan,” ungkap pernyataan kantor walikota Moskow.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Norwegia Luncurkan Bunker...
Norwegia Luncurkan Bunker Kiamat SGSV Bisa Tampung 14.000 Benih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved