Pekan Depan, AS Cabut Cap Teroris untuk Kelompok Houthi

Sabtu, 13 Februari 2021 - 10:23 WIB
loading...
Pekan Depan, AS Cabut...
AS akan mencabut label teroris untuk kelompok pemberontak Yaman, Houthi, awal pekan depan. Foto/middleeasteye.net
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan ia akan mencabut label teroris yang disematkan kepada gerakan Houthi Yaman mulai 16 Februari. Meski begitu, ia memperingatkan bahwa anggota kelompok itu dapat terkena lebih banyak sanksi.

Pemerintahan Trump memberlakukan label khusus teroris global (SDGT) dan organisasi teroris asing (FTO) pada hari terakhirnya di kantor meskipun ada peringatan dari pemerintah lain, kelompok bantuan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa sanksi yang mereka bawa dapat mendorong Yaman menjadi negara kelaparan.

Presiden Joe Biden, yang menjabat pada 20 Januari, dengan cepat mengubah kebijakan AS, yang bertujuan untuk meredakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan mengintensifkan diplomasi untuk mengakhiri perang saudara Yaman.



"Keputusan ini merupakan pengakuan atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/2/2021).

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa penunjukan SDGT oleh pemerintahan Trump pada tiga pemimpin Houthi - Abdul Malik al-Houthi, Abd al-Khaliq Badr al-Houthi dan Abdullah Yahya al-Hakim - juga akan dicabut pada 16 Februari.

Blinken, bagaimanapun, tampaknya menandakan batas toleransi AS terhadap gerakan Houthi. Ia mengatakan ketiganya akan tetap di bawah sanksi Departemen Keuangan untuk tindakan yang mengancam perdamaian, keamanan atau stabilitas Yaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Demonstran Bakar Diri...
Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!
Rekomendasi
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Berita Terkini
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved