Tolak Pakai Dasi, Pemimpin Maori Diusir dari Ruang Sidang Parlemen Selandia Baru
Rabu, 10 Februari 2021 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
Pria berusia 40 tahun itu mengatakan, dia tidak terkejut dengan perlakuan Mallard, karena orang Maori telah menghadapi jenis perlakukan semacam ini selama ratusan tahun.Baca juga: Selandia Baru Menginspirasi Teten, Koperasi Peternak Sapi Harus Punya Pengolahan Susu
"Maori tidak diperlakukan sama di negaranya sendiri dan penduduk asli di seluruh dunia telah menjadi sasaran diskriminasi karena sistem rasis yang membuat masyarakat kami berada di posisi kedua," katanya.
"Bagi kita untuk melawan penaklukan, untuk melawan asimilasi, untuk melawan mereka yang mencoba dan membuat kita terlihat, merasa, membuat kita berpikir seperti mereka, kami menentang hal itu," sambungnya.
Dalam pertemuan Parlemen Selandia Baru hari ini dia kembali menggunakan pakaian yang sama dan kali ini dia diizinkan untuk berbicara.
Parlemen Selandia Baru saat ini adalah yang paling inklusif yang pernah dipilih di negara tersebut. Hampir setengah dari 120 kursi di parlemen dipegang oleh perempuan. Ini memiliki representasi LGBTQI 11 persen dan representasi Maori 21 persen.
"Maori tidak diperlakukan sama di negaranya sendiri dan penduduk asli di seluruh dunia telah menjadi sasaran diskriminasi karena sistem rasis yang membuat masyarakat kami berada di posisi kedua," katanya.
"Bagi kita untuk melawan penaklukan, untuk melawan asimilasi, untuk melawan mereka yang mencoba dan membuat kita terlihat, merasa, membuat kita berpikir seperti mereka, kami menentang hal itu," sambungnya.
Dalam pertemuan Parlemen Selandia Baru hari ini dia kembali menggunakan pakaian yang sama dan kali ini dia diizinkan untuk berbicara.
Parlemen Selandia Baru saat ini adalah yang paling inklusif yang pernah dipilih di negara tersebut. Hampir setengah dari 120 kursi di parlemen dipegang oleh perempuan. Ini memiliki representasi LGBTQI 11 persen dan representasi Maori 21 persen.
Lihat Juga :