UE: China Coba Pecah UE dan Berkuasa di Eropa
Minggu, 17 Mei 2020 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
"Mengembangkan pendekatan bersama UE untuk negara-negara adidaya tidak pernah mudah, karena setiap negara anggota memiliki sudut pandang dan sensitivitas masing-masing dan kasus China tidak terkecuali. Terlebih lagi, China tidak malu-malu tentang perbedaan ini," ucap Borrell.
“Tapi, tentunya terserah kita orang Eropa untuk mempertahankan disiplin kolektif yang diperlukan. Persatuan adalah prasyarat untuk pengaruh, karena bahkan negara anggota terbesar yang bertindak sendiri tidak dapat mempengaruhi negara adikuasa," sambungnya.
Dia mengatakan perubahan dalam hubungan UE-China telah dipercepat seiring pandemi Covid-19. Sebagai contoh, jelas Borrell, ketika kedua belah pihak telah memberikan dukungan medis satu sama lain dan di tempat lain, China memastikan dunia tahu tentang upaya bantuannya, sementara UE lebih bijaksana.
"Poin kuncinya adalah bahwa kita semua harus menunjukkan dukungan timbal balik dan solidaritas internasional - dan Uni Eropa selalu membuktikan seberapa kuat komitmennya - sambil menghindari politisasi bantuan medis darurat," tukasnya.
“Tapi, tentunya terserah kita orang Eropa untuk mempertahankan disiplin kolektif yang diperlukan. Persatuan adalah prasyarat untuk pengaruh, karena bahkan negara anggota terbesar yang bertindak sendiri tidak dapat mempengaruhi negara adikuasa," sambungnya.
Dia mengatakan perubahan dalam hubungan UE-China telah dipercepat seiring pandemi Covid-19. Sebagai contoh, jelas Borrell, ketika kedua belah pihak telah memberikan dukungan medis satu sama lain dan di tempat lain, China memastikan dunia tahu tentang upaya bantuannya, sementara UE lebih bijaksana.
"Poin kuncinya adalah bahwa kita semua harus menunjukkan dukungan timbal balik dan solidaritas internasional - dan Uni Eropa selalu membuktikan seberapa kuat komitmennya - sambil menghindari politisasi bantuan medis darurat," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :