Lawan Pemerkosa, Para Wanita Afrika Selatan Kini Bawa Senjata Api

Senin, 08 Februari 2021 - 10:08 WIB
loading...
A A A
Dia membawa serta putrinya yang berusia 24 tahun ke sesi tersebut, khusus untuk wanita. "Saya seharusnya melakukannya dengan cara sebelumnya, ketika dia berusia 15 tahun," ujar Noge yang dilansir France24, Senin (8/2/2021).

Setiap Menit Berarti

"Pelatihan ini berfokus pada wanita muda kulit hitam, yang secara statistik paling terpengaruh oleh kejahatan," kata Themba Kubheka, yang mengorganisir pelatihan khusus wanita untuk GOSA.

"Setiap wanita di sini mengenal seorang wanita yang telah diperkosa, dirampok. Masing-masing dari mereka memiliki cerita tentang kejahatan di negara ini."

Baca juga: Kerjanya Jual Konten Cabul, Influencer Seksi Ini Sindir Profesi Kuli Bangunan

Bagi Kubheka, inti dari pelatihan ini adalah untuk membekali para wanita dengan keterampilan bela diri langsung dalam situasi berbahaya.

"Alih-alih menunggu bantuan, mereka harus dapat merespons terlebih dahulu," katanya, sambil mencatat bahwa polisi Afrika Selatan membutuhkan waktu rata-rata 15 menit untuk tiba ketika diberi tahu tentang kasus penyerangan.

Sekitar 4,5 juta senjata digunakan secara legal di Afrika Selatan, dengan jumlah yang hampir sama kembali beredar di pasar gelap. Data itu bersumber dari Gun Free SA, sebuah kelompok yang mengampanyekan pengendalian senjata.

Setelah menembakkan tiga peluru, Nthabiseng Phele yang berusia 32 tahun meletakkan revolvernya di atas mimbar. Tangannya gemetar dan dia berkeringat; dia terlihat terguncang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
Senjata yang Dikirim...
Senjata yang Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Invasi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved