Ratusan Anggota Parlemen Myanmar Tolak Pemerintahan Junta Militer

Minggu, 07 Februari 2021 - 14:07 WIB
loading...
Ratusan Anggota Parlemen...
Ratusan anggota Parlemen Myanmar menegaskan menolak pemerintahan junta militer, yang mengambil alih kekuasaan pada awal pekan lalu. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Ratusan anggota Parlemen Myanmar menegaskan menolak pemerintahan junta militer, yang mengambil alih kekuasaan pada awal pekan lalu. Setidaknya terdapat 300 anggota Parlemen Myanmar yang menyatakan penolakan itu.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke Facebook, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (7/2/2021), para anggota parlemen ini menegaskan mereka adalah perwakilan masyarakat.
Baca Juga : Kebobolan, Penyusup Berhasil Masuk Pangkalan Pesawat Kepresidenan AS

Para anggota Parlemen Myanmar ini kemudian bersumpah untuk terus memperjuangkan demokrasi atas nama konstituen.Baca juga: Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar

Terkait situasi Myanmar, sebelumnya seorang mantan sekutu Aung San Suu Kyi membantah telah berkhianat karena menerima jabatan menteri dari junta militer.
Baca Juga : Protes Kudeta Militer Myanmar, Ribuan Orang Padati Jalan-jalan Yangon

Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar, Thet Thet Khine mengatakan, pemerintah militer yang baru inklusif dan berkomitmen terhadap demokrasi. Hal itu diungkapkannya dalam salah satu wawancara pertama yang diberikan oleh setiap anggota pemerintah baru sejak kudeta pada hari Senin lalu.

“Fakta angkatan bersenjata mengatakan mereka akan terus bertindak sesuai hukum, kami harus menyambutnya dengan senang hati. Saya tidak mengkhianati negara,” ujarnya. Baca juga: Junta Myanmar Putus Jaringan Internet saat Protes Kudeta Meluas
ReplyForward
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved