Nenek 95 Tahun Didakwa Atas Pembunuhan 10.000 Orang

Sabtu, 06 Februari 2021 - 02:02 WIB
loading...
A A A
Baca juga : Wanita Telanjang Ini Sebabkan Listrik Padam 3 Jam di Hotel Las Vegas

Juru bicara jaksa penuntut, Peter Mueller-Rakow mengatakan, penyelidik telah melakukan penyelidikan yang "sangat rumit" termasuk mewawancarai saksi yang sekarang tinggal di Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sejarawan juga ditugaskan untuk mengevaluasi ruang lingkup pekerjaan terdakwa di kamp, karena pertanyaan kunci dalam kasus ini adalah "tanggung jawab konkret" yang dia miliki dalam pembunuhan tersebut.

Baca juga: Bukti Pembantaian di Kamp Nazi Sobibor Polandia Ditemukan

"Sekarang terserah pengadilan untuk memutuskan apakah akan membuka kasus," kata Mueller-Rakow, menambahkan bahwa dalam pandangan jaksa penuntut, terdakwa dapat diadili.

Karena usianya pada saat kekejaman, dia akan menghadapi pengadilan remaja.

Jerman telah berlomba untuk mengadili staf Nazi yang selamat setelah menjatuhkan hukuman pada tahun 2011 terhadap mantan penjaga John Demjanjuk atas dasar ia bertugas sebagai bagian dari mesin pembunuh Nazi yang menjadi preseden hukum. Sejak itu, pengadilan telah menjatuhkan beberapa putusan bersalah atas dasar tersebut daripada pembunuhan atau kekejaman yang secara langsung terkait dengan individu yang dituduh.

Baca juga : Tidak Bersenjata, Pria Palestina Ditembak Mati Militer Israel

Di antara mereka yang dibawa ke pengadilan terlambat adalah Oskar Groening, seorang akuntan di Auschwitz, dan Reinhold Hanning, mantan penjaga SS di kamp yang sama. Keduanya dihukum karena terlibat dalam pembunuhan massal pada usia 94 tahun tetapi meninggal sebelum mereka bisa dipenjara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Mobil Dibom Israel,...
Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan
Rekomendasi
Mohamed Salah Akhirnya...
Mohamed Salah Akhirnya Buka Suara Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Breaking News: Jampidsus...
Breaking News: Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved